Rintihan Seorang Mahasiswa Kedokteran

Publicado  Rabu, 24 November 2010

Mahasiswa kedokteran (MK)
Apakah yang berbeda dari mahasiswa2 lainnya?
Apakah dengan ditambah kedokteran langsung menjadi manusia setengah dewa?
Atau langsung menjadi dewa?

Ternyata...
Itu hanyalah sebuah angan2 belaka

Di saat malam tiba
Mimpi menyongsong setiap insan manusia
Sayangnya buku masih lebih membuai MK
Banyak coretan-coretan yang lebih penting dibandingkan mimpi
Bahkan, pasien datang dengan nafas termegap2
Apakah akan selamat?
Tentu saja hanya Yang Maha Kuasalah yang menentukan bukan MK

Batu sandungan bersiap2 merobohkan MK
Ujian bagaikan debu yang melintas di pipi
Tiga minggu sekali
Kebiasaan rutin yang super "ASIK"

Sakit?
Bukanlah kata di dalam kamus MK
Dengan waktu tidur yang sedikit
Stiap detik dituntut selalu sehat walafiat
Sakit berarti kalah bertarung

Pelajaran?
Tak ayal bagaikan siswa biasa
Dicekoki setiap hari
Pasrah tanpa memilih

Diskusi...
Layaknya sebuah gelanggang
Terlalu maju salah
Terlalu mundur salah
Diam bagaikan mutiara
Sayangnya, diam dalam forum merupakan senjata makan tuan
Bingung bukan?

Kapankah pendidikan kedokteran akan diubah?
Ujian lebih jarang
Mimpi menjadi makanan sehari2
Pelajaran dapat dipilih2
Sakit merupakan hal lumrah

Sayangnya, ini semua hanyalah angan2 belaka

Singkat Namun Menyenangkan

Publicado  Rabu, 13 Oktober 2010

Hai guys!!! Udah malem nih. Tapi, hasrat untuk bercerita masih terngiang2 di frontalku. Oke, langsung kita mulai yah..

Topik perbincangan malam ini adalah MAKRAB KMK 2010. Luar biasa, mengapa?

Jadi, kronologi ceritanya tuh begini.

Jumat, 1 Oktober 2010
Siap games odol idung?
Niat hati ikut video conference (vicon) Tumbuh Kembang, tapi tangan tak sampai. Apa tuh vicon? Jadi, vicon tuh metode yang ngakunya "canggih" dari FKUI jadi mahasiswa di beberapa uni di Indo bisa ikut kuliah bareng. Siapa narasumbernya? Dokter FKUI RSCM. So, do u think it's essential? Back to topic... Gw, Sipit, Tua (nama samaran) cabut bersama seorang "supir KMK". Hahaha. Bukan supir sih tapi dia yang mengendarai mobil. Kita belanja makanan bwat BBQ hari kedua. Ingin makanan haram, namun Tuhan belum menghendakinya. TIDAK MENJUAL! Hahahaha. Hati hancur berkeping-keping karena nafsu liar harus ditahan. Setelah itu, kita menuju vilanya untuk mempersiapkan acaranya. Ide gemilang untuk "jurig malam" langsung dituangkan sesampainya di sana. Ternyata, waktu itu berdetik begitu cepat bagaikan pesawat ultrasonik (lebaayyyy). Teman2 KMK laen yang naek bis sampai di tempat tujuan dengan sehat walafiat sebelum kita membereskan acaranya. Pukul 18.00 kita memulai acara perkenalan dilanjutkan dengan games ODOL IDUNG! Ada yang diuntungkan, ada yang dirugikan. Di penghujung malam, kita memulai berbincang-bincang satu sama laen, kekerabatan kita pun semakin dekat walaupun masih ada sedikit canggung.


Sabtu, 2 Oktober 2010
Kelompok 6 The Best!
Hari yang cerah dimulai dengan suara Sipit pukul 06.30 yang sudah berdenging di kedua meatus acusticus eksternus-ku (daun telinga). SIAL! Tapi, aku tetap bersemangat karena hari ini akan ada Outbond. Aku disekelompokkan dengan adik angkatku, WT, Cindy, Jeffry, dan Surya. Air, lumpur, jatuh, bangun bukan masalah. Satu persatu rintangan dihadapi dengan cekatan. Kekalahan begitu jauh dari kelompok kami. Mengapa? Kegantengan salah seorang di kelompok kami menjadi kuncinya. Hahahaha. Hasil akhirnya, tentu kelompok kami bukanlah juru kunci.
Malamnya, acara sharing KMK dimulai. Tentu saja, no meaning problem di angkatan KMK 2009. Kompak! Keren, bukan???

Minggu, 3 Oktober 2010
Hari terakhir ditutup dengan pembacaan poling. Ternyata, orang yang paling aktif nensi di KMK dinobatkan menjadi tergabut. Luar biasa bukan? Apakah hikmahnya? Gabut = aktif di KMK.


Dari Makrab yang dijalani sesingkat ini, ternyata hubungan angkatan KMK 2009 dan 2010 menjadi lengket seperti perangko. Tidak ada gap maupun tembok penghalang diantara kita. Selain itu, setiap orang di KMK 2009 mampu merefleksikan dirinya agar lebih berkarya di KMK. Terima kasih acara yang super duper berguna ini. I hope that this event make our KMK become the best!

Secara khusus gw mau ngucapin beribu dua ribu terima kasih kepada orang-orang yang telah berperan terselenggaranya acara ini, terutama buat PJ Dana, Acara, dan penensi abadi KMK.

Di Balik Pembuatan Video

Publicado  Selasa, 12 Oktober 2010

Halo pembaca! Kembali lagi bersama penulis setelah sekian lama tidak menulis. Ini baru saja lewat modul Tumbuh Kembang. Wow...wow...wow...Kalau kalian punya keponakan, adik yang masih bayi terus mau dikontrol perkembangan dan pertumbuhan, cari gw yah! Sekalian gw belajar. Wkwkwkwk (Mana ada yang mau..yeyyyy)

Eits, kali ini tulisan ini bukan mau membahas tentang modul kedokteran yang pasti super duper no 1 membosankan bagi anak non-FK. Jadi, bahas apa dong? Hayo apa??
Tebak!
Udah tau belom?

Tanpa membuang waktu alias basa basi, kali ini gw mau bahas tentang suatu hal yang super ASIK. Apakah itu?

Kronologi ceritanya gini, jadi temen gw ada yang ultah tgl 11 Okt, namanya Jelly (bukan nama sebenarnya). Gw sama temen gw yang orang Jakarta, sebut saja Bapau udah merencakan kejutan bwat si Jelly dari 1 bulan sebelumnya.
Apakah berhasil?

Tentu dong, namun sayangnya rencana kita berubah 180 derajat, mengalami jungkir balik. Mengapa? Tadinya tuh gw, Bapau mau ke Bandung hari Selasa -  Kamis trus kasi kejutan yang luar biasa. Kempesin ban mobil, hias kamar, kotorin mobil, dan masih banyak yang laen. Sayang, itu semua hanya angan2, mengapa?

Alasan pertama ada pergantian jadwal ujian gw dari Senin ke Selasa (bolehlah). Trus, ternyata acara organisasi gw di Yogya tuh mulainya Kamis. So, ini mengganggu rencana kita semua. Ughhhhh....

Pembaca, akan tetapi, demi membuat sistem limbik Jelly bergetar2 hingga meneteskan air mata, kita cari alternatif dong. Setelah memutar otak 10 keliling lapangan bola (lho! Apa nyambungnya?), kita akhirnya sepakat mau buat video rekaman dari orang2 yang ga kenal si Jelly. Kita susun deh critanya dengan latar FKUI. Semua orang diperdaya trutama MABA...Hahahahahaha (tertawa melecehkan). Ternyata, enak juga yah jadi senior, MABA harus nurut. Wkwkwkw.


Happy Birthday!!!
Hanya dalam waktu 2 jam, semua video rampung diselesaikan. Bapau yang akan mengedit, jadiin ke CD. Sayangnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Masalah besar datang! Videonya ga bisa dipublish. Gmana dong??? Ide kreatif muncul lagi. Akhirnya, otak Bapau yang ditaro di paha itu beraksi. Kita rekam video tersebut dari Laptop jadi dah kaya nonton bajakan (kata Bapau). Apakah Jelly terharu melihatnya?


Mau tahu jawabannya? Tunggu part selanjutnya yah karena sampai penulisan ini dibuat, Jelly belum menerima CD-nya. SIAL!!!! Yang dititipin CD-nya mungkin iri ga dikasih kejutan ASIK dari temen-temennya (ini asumsi lho)..hahahaha

Sedikit informasi, ternyata si Jelly super seneng karena temen2 tercintanya semua memasang "SELAMAT ULTAH JELLY" pada profile picture BB. Dia begitu tersentuh..Owh!!!! Apalagi setelah melihat CD-nya. Mudah-mudahan air mata Jelly cukup membanjiri Papua yah! Hahahaha


Tunggu yah pembaca!

Gengsi VS Minat

Publicado  Rabu, 25 Agustus 2010

Ibu (I): " Kamu harus kuliah di fakultas X yah. (Fakultas X merupakan salah satu fakultas berduit di kotanya)."
Budi (B): "Mam, aku kan ga suka fakultas X. Aku lebih suka di fakultas Y. Bakatku di sana mam."
I: "Bener nih, ga mau fakultas X? Kalo kamu tetep ngotot pengen kuliah di fakultas Y, ya udah kamu kuliah di luar negeri."
B: "Hah? Ngapain harus ke luar negeri? Kan di Indo jg udah ada universitas negeri yang ternama. Masuk sana aja udah bagus. Gmn?"
I: "Ga... Ngapain kuliah bagian Y di Indo? Sekarang sih kamu tinggal pilih kuliah di fakultas X di Indonesia ato fakultas yang kamu mau tapi di luar negeri."
B: "Ah....mam, aku males klo kuliah di luar negeri. Udahlah di universitas negeri di Indo aja. Lulusan pasti dicari."
I: "Ga.... Pokoknya denger kata mami. Kan mami yang bayarin kamu kuliah."
Akhirnya, demi menuruti bakat yang dimilikinya, Budi berkuliah keluar negeri.

Nah, dari tulisan di atas, apakah yang menarik untuk kita cermati? Apakah Budi telah mengambil keputusan salah untuk berkuliah di fakultas yang disenanginya namun tidak ternama? Ataukah mamanya yang terlalu ingin mendapat sebuah titel "dapat menyekolahkan anak keluar negeri" atau "membiayai kuliah termahal di negeri sendiri"?

Kasus di atas bukanlah kasus yang jarang ditemui di lingkungan sekitar kita. Seringkali, ortu memaksakan kehendak untuk menyekolahkan anaknya di bagian tertentu walaupun anaknya tersebut terkadang tidak mampu. Dapat disadari, bahwa ortu selalu memberikan jalan yang terbaik bagi anaknya. Namun, apadaya apabila anaknya tidak mampu atau tidak sesuai minat. Apakah ada kuliah yang telah menjanjikan pekerjaan yang layak bagi mahasiswanya walaupun bagian tersebut bergengsi? Tentu saja jawabannya TIDAK. Semua itu harus dijalaninya dengan tekun. Sebagai contohnya seorang tukang bubur saja dapat membeli mobil mewah. Luar biasa bukan? Apakah dia disekolahkan ke luar negeri? Tentu TIDAK. Ini merupakan the real life.

Oleh karena itu, lebih baik mempelajari apa yang disenangi dibandingkan mempelajari apa yang tidak disenangi. Segala sesuatu yang dikejar hanya demi sebuah gengsi akhirnya akan menjadi sia-sia. Bagi pembaca yang mungkin akan menjadi ortu ingatlah jangan semata mengejar gengsi, bakat anak sendiri menjadi terpendam. Bakat tidak akan berkilau apabila tidak diasah. Lebih baik, kuliah di tempat terkucil tapi sesuai bakat dibandingkan kuliah bergengsi tapi tidak sesuai bakat. Lebih baik lagi, kuliah di tempat bergengsi dan sesuai bakat.

Telat Bangun! Oh no...

Publicado  Selasa, 10 Agustus 2010

Niat hati berbuat baik, apa daya tangan tak sampai.
Itulah pepatah yang cocok bagi diriku beberapa hari yang lalu.

Kronologis ceritanya seperti ini. Niatku ingin mengantar kepergian salah satu temanku, sebut saja Tata, pulang ke negeri Jiran untuk memulai perjalanan semester 3 yang baru ini. Kepulangannya yaitu jatuh pada hari Senin. Pesawatnya meluncur dari Kota Kembang pukul 06.10. Pagi bukan? Berarti apabila ingin mengantar kepergiannya, minimal aku dan teman-temanku harus sudah berada di airport sekitar pukul 05.00. 
  
Aku tahu kalau pagi itu aku membawa mobil keluar garasi berarti larangan pergi mengantar akan muncul dari kedua orang tuaku. Aku berpikir memutar otak. Dan, akhirnya aku memiliki ide cemerlang. Aku memohon kepada temanku, sebut saja Lince, untuk menjemputku pagi buta. Aku tahu bahwa si Lince pasti membawa supir ketika matahari masih bersembunyi tersebut. Lince pun menyetujuinya dan akan menjemputku hari Senin pukul 04.30. Alarm dan alat komunikasi kuletakkan tepat di samping tempat tidurku. Aku sangat yakin akan terbangun karena aku cukup sensitif terhadap bunyi. 

Akan tetapi.......

Pukul 04.00 pun lewat. Begitu pula dengan pukul 05.00. Sampai akhirnya aku terjaga dari mimpi sekitar pukul 09.00. Oh My GoD!!!!
Hal ini menandakan Tata telah sampai di negerinya. Aku TERLAMBAT! Aku langsung melihat handphone-ku. Benar saja, beberapa missed calls dan SMS menghiasi handphone-ku.
Ternyata, Lince telah mencoba membangunkanku. Namun, aku pun terus terbuai dalam mimpi. Rasa bersalah dan gelisah mulai menghiasi jantungku. Aku langsung menelepon dan meminta maaf pada Lince.
Namun, nada yang judes membuatku semakin takut. Tak ayal lagi, Lince benar-benar marah.
Aku pun meminta maaf padanya. Jala ditebar, ikan bersambut. Akhirnya, pada malam harinya Lince memaafkanku.

Begitulah akhir cerita menggenaskan ini...