Rintihan Seorang Mahasiswa Kedokteran

Publicado  Rabu, 24 November 2010

Mahasiswa kedokteran (MK)
Apakah yang berbeda dari mahasiswa2 lainnya?
Apakah dengan ditambah kedokteran langsung menjadi manusia setengah dewa?
Atau langsung menjadi dewa?

Ternyata...
Itu hanyalah sebuah angan2 belaka

Di saat malam tiba
Mimpi menyongsong setiap insan manusia
Sayangnya buku masih lebih membuai MK
Banyak coretan-coretan yang lebih penting dibandingkan mimpi
Bahkan, pasien datang dengan nafas termegap2
Apakah akan selamat?
Tentu saja hanya Yang Maha Kuasalah yang menentukan bukan MK

Batu sandungan bersiap2 merobohkan MK
Ujian bagaikan debu yang melintas di pipi
Tiga minggu sekali
Kebiasaan rutin yang super "ASIK"

Sakit?
Bukanlah kata di dalam kamus MK
Dengan waktu tidur yang sedikit
Stiap detik dituntut selalu sehat walafiat
Sakit berarti kalah bertarung

Pelajaran?
Tak ayal bagaikan siswa biasa
Dicekoki setiap hari
Pasrah tanpa memilih

Diskusi...
Layaknya sebuah gelanggang
Terlalu maju salah
Terlalu mundur salah
Diam bagaikan mutiara
Sayangnya, diam dalam forum merupakan senjata makan tuan
Bingung bukan?

Kapankah pendidikan kedokteran akan diubah?
Ujian lebih jarang
Mimpi menjadi makanan sehari2
Pelajaran dapat dipilih2
Sakit merupakan hal lumrah

Sayangnya, ini semua hanyalah angan2 belaka

Singkat Namun Menyenangkan

Publicado  Rabu, 13 Oktober 2010

Hai guys!!! Udah malem nih. Tapi, hasrat untuk bercerita masih terngiang2 di frontalku. Oke, langsung kita mulai yah..

Topik perbincangan malam ini adalah MAKRAB KMK 2010. Luar biasa, mengapa?

Jadi, kronologi ceritanya tuh begini.

Jumat, 1 Oktober 2010
Siap games odol idung?
Niat hati ikut video conference (vicon) Tumbuh Kembang, tapi tangan tak sampai. Apa tuh vicon? Jadi, vicon tuh metode yang ngakunya "canggih" dari FKUI jadi mahasiswa di beberapa uni di Indo bisa ikut kuliah bareng. Siapa narasumbernya? Dokter FKUI RSCM. So, do u think it's essential? Back to topic... Gw, Sipit, Tua (nama samaran) cabut bersama seorang "supir KMK". Hahaha. Bukan supir sih tapi dia yang mengendarai mobil. Kita belanja makanan bwat BBQ hari kedua. Ingin makanan haram, namun Tuhan belum menghendakinya. TIDAK MENJUAL! Hahahaha. Hati hancur berkeping-keping karena nafsu liar harus ditahan. Setelah itu, kita menuju vilanya untuk mempersiapkan acaranya. Ide gemilang untuk "jurig malam" langsung dituangkan sesampainya di sana. Ternyata, waktu itu berdetik begitu cepat bagaikan pesawat ultrasonik (lebaayyyy). Teman2 KMK laen yang naek bis sampai di tempat tujuan dengan sehat walafiat sebelum kita membereskan acaranya. Pukul 18.00 kita memulai acara perkenalan dilanjutkan dengan games ODOL IDUNG! Ada yang diuntungkan, ada yang dirugikan. Di penghujung malam, kita memulai berbincang-bincang satu sama laen, kekerabatan kita pun semakin dekat walaupun masih ada sedikit canggung.


Sabtu, 2 Oktober 2010
Kelompok 6 The Best!
Hari yang cerah dimulai dengan suara Sipit pukul 06.30 yang sudah berdenging di kedua meatus acusticus eksternus-ku (daun telinga). SIAL! Tapi, aku tetap bersemangat karena hari ini akan ada Outbond. Aku disekelompokkan dengan adik angkatku, WT, Cindy, Jeffry, dan Surya. Air, lumpur, jatuh, bangun bukan masalah. Satu persatu rintangan dihadapi dengan cekatan. Kekalahan begitu jauh dari kelompok kami. Mengapa? Kegantengan salah seorang di kelompok kami menjadi kuncinya. Hahahaha. Hasil akhirnya, tentu kelompok kami bukanlah juru kunci.
Malamnya, acara sharing KMK dimulai. Tentu saja, no meaning problem di angkatan KMK 2009. Kompak! Keren, bukan???

Minggu, 3 Oktober 2010
Hari terakhir ditutup dengan pembacaan poling. Ternyata, orang yang paling aktif nensi di KMK dinobatkan menjadi tergabut. Luar biasa bukan? Apakah hikmahnya? Gabut = aktif di KMK.


Dari Makrab yang dijalani sesingkat ini, ternyata hubungan angkatan KMK 2009 dan 2010 menjadi lengket seperti perangko. Tidak ada gap maupun tembok penghalang diantara kita. Selain itu, setiap orang di KMK 2009 mampu merefleksikan dirinya agar lebih berkarya di KMK. Terima kasih acara yang super duper berguna ini. I hope that this event make our KMK become the best!

Secara khusus gw mau ngucapin beribu dua ribu terima kasih kepada orang-orang yang telah berperan terselenggaranya acara ini, terutama buat PJ Dana, Acara, dan penensi abadi KMK.

Di Balik Pembuatan Video

Publicado  Selasa, 12 Oktober 2010

Halo pembaca! Kembali lagi bersama penulis setelah sekian lama tidak menulis. Ini baru saja lewat modul Tumbuh Kembang. Wow...wow...wow...Kalau kalian punya keponakan, adik yang masih bayi terus mau dikontrol perkembangan dan pertumbuhan, cari gw yah! Sekalian gw belajar. Wkwkwkwk (Mana ada yang mau..yeyyyy)

Eits, kali ini tulisan ini bukan mau membahas tentang modul kedokteran yang pasti super duper no 1 membosankan bagi anak non-FK. Jadi, bahas apa dong? Hayo apa??
Tebak!
Udah tau belom?

Tanpa membuang waktu alias basa basi, kali ini gw mau bahas tentang suatu hal yang super ASIK. Apakah itu?

Kronologi ceritanya gini, jadi temen gw ada yang ultah tgl 11 Okt, namanya Jelly (bukan nama sebenarnya). Gw sama temen gw yang orang Jakarta, sebut saja Bapau udah merencakan kejutan bwat si Jelly dari 1 bulan sebelumnya.
Apakah berhasil?

Tentu dong, namun sayangnya rencana kita berubah 180 derajat, mengalami jungkir balik. Mengapa? Tadinya tuh gw, Bapau mau ke Bandung hari Selasa -  Kamis trus kasi kejutan yang luar biasa. Kempesin ban mobil, hias kamar, kotorin mobil, dan masih banyak yang laen. Sayang, itu semua hanya angan2, mengapa?

Alasan pertama ada pergantian jadwal ujian gw dari Senin ke Selasa (bolehlah). Trus, ternyata acara organisasi gw di Yogya tuh mulainya Kamis. So, ini mengganggu rencana kita semua. Ughhhhh....

Pembaca, akan tetapi, demi membuat sistem limbik Jelly bergetar2 hingga meneteskan air mata, kita cari alternatif dong. Setelah memutar otak 10 keliling lapangan bola (lho! Apa nyambungnya?), kita akhirnya sepakat mau buat video rekaman dari orang2 yang ga kenal si Jelly. Kita susun deh critanya dengan latar FKUI. Semua orang diperdaya trutama MABA...Hahahahahaha (tertawa melecehkan). Ternyata, enak juga yah jadi senior, MABA harus nurut. Wkwkwkw.


Happy Birthday!!!
Hanya dalam waktu 2 jam, semua video rampung diselesaikan. Bapau yang akan mengedit, jadiin ke CD. Sayangnya, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Masalah besar datang! Videonya ga bisa dipublish. Gmana dong??? Ide kreatif muncul lagi. Akhirnya, otak Bapau yang ditaro di paha itu beraksi. Kita rekam video tersebut dari Laptop jadi dah kaya nonton bajakan (kata Bapau). Apakah Jelly terharu melihatnya?


Mau tahu jawabannya? Tunggu part selanjutnya yah karena sampai penulisan ini dibuat, Jelly belum menerima CD-nya. SIAL!!!! Yang dititipin CD-nya mungkin iri ga dikasih kejutan ASIK dari temen-temennya (ini asumsi lho)..hahahaha

Sedikit informasi, ternyata si Jelly super seneng karena temen2 tercintanya semua memasang "SELAMAT ULTAH JELLY" pada profile picture BB. Dia begitu tersentuh..Owh!!!! Apalagi setelah melihat CD-nya. Mudah-mudahan air mata Jelly cukup membanjiri Papua yah! Hahahaha


Tunggu yah pembaca!

Gengsi VS Minat

Publicado  Rabu, 25 Agustus 2010

Ibu (I): " Kamu harus kuliah di fakultas X yah. (Fakultas X merupakan salah satu fakultas berduit di kotanya)."
Budi (B): "Mam, aku kan ga suka fakultas X. Aku lebih suka di fakultas Y. Bakatku di sana mam."
I: "Bener nih, ga mau fakultas X? Kalo kamu tetep ngotot pengen kuliah di fakultas Y, ya udah kamu kuliah di luar negeri."
B: "Hah? Ngapain harus ke luar negeri? Kan di Indo jg udah ada universitas negeri yang ternama. Masuk sana aja udah bagus. Gmn?"
I: "Ga... Ngapain kuliah bagian Y di Indo? Sekarang sih kamu tinggal pilih kuliah di fakultas X di Indonesia ato fakultas yang kamu mau tapi di luar negeri."
B: "Ah....mam, aku males klo kuliah di luar negeri. Udahlah di universitas negeri di Indo aja. Lulusan pasti dicari."
I: "Ga.... Pokoknya denger kata mami. Kan mami yang bayarin kamu kuliah."
Akhirnya, demi menuruti bakat yang dimilikinya, Budi berkuliah keluar negeri.

Nah, dari tulisan di atas, apakah yang menarik untuk kita cermati? Apakah Budi telah mengambil keputusan salah untuk berkuliah di fakultas yang disenanginya namun tidak ternama? Ataukah mamanya yang terlalu ingin mendapat sebuah titel "dapat menyekolahkan anak keluar negeri" atau "membiayai kuliah termahal di negeri sendiri"?

Kasus di atas bukanlah kasus yang jarang ditemui di lingkungan sekitar kita. Seringkali, ortu memaksakan kehendak untuk menyekolahkan anaknya di bagian tertentu walaupun anaknya tersebut terkadang tidak mampu. Dapat disadari, bahwa ortu selalu memberikan jalan yang terbaik bagi anaknya. Namun, apadaya apabila anaknya tidak mampu atau tidak sesuai minat. Apakah ada kuliah yang telah menjanjikan pekerjaan yang layak bagi mahasiswanya walaupun bagian tersebut bergengsi? Tentu saja jawabannya TIDAK. Semua itu harus dijalaninya dengan tekun. Sebagai contohnya seorang tukang bubur saja dapat membeli mobil mewah. Luar biasa bukan? Apakah dia disekolahkan ke luar negeri? Tentu TIDAK. Ini merupakan the real life.

Oleh karena itu, lebih baik mempelajari apa yang disenangi dibandingkan mempelajari apa yang tidak disenangi. Segala sesuatu yang dikejar hanya demi sebuah gengsi akhirnya akan menjadi sia-sia. Bagi pembaca yang mungkin akan menjadi ortu ingatlah jangan semata mengejar gengsi, bakat anak sendiri menjadi terpendam. Bakat tidak akan berkilau apabila tidak diasah. Lebih baik, kuliah di tempat terkucil tapi sesuai bakat dibandingkan kuliah bergengsi tapi tidak sesuai bakat. Lebih baik lagi, kuliah di tempat bergengsi dan sesuai bakat.

Telat Bangun! Oh no...

Publicado  Selasa, 10 Agustus 2010

Niat hati berbuat baik, apa daya tangan tak sampai.
Itulah pepatah yang cocok bagi diriku beberapa hari yang lalu.

Kronologis ceritanya seperti ini. Niatku ingin mengantar kepergian salah satu temanku, sebut saja Tata, pulang ke negeri Jiran untuk memulai perjalanan semester 3 yang baru ini. Kepulangannya yaitu jatuh pada hari Senin. Pesawatnya meluncur dari Kota Kembang pukul 06.10. Pagi bukan? Berarti apabila ingin mengantar kepergiannya, minimal aku dan teman-temanku harus sudah berada di airport sekitar pukul 05.00. 
  
Aku tahu kalau pagi itu aku membawa mobil keluar garasi berarti larangan pergi mengantar akan muncul dari kedua orang tuaku. Aku berpikir memutar otak. Dan, akhirnya aku memiliki ide cemerlang. Aku memohon kepada temanku, sebut saja Lince, untuk menjemputku pagi buta. Aku tahu bahwa si Lince pasti membawa supir ketika matahari masih bersembunyi tersebut. Lince pun menyetujuinya dan akan menjemputku hari Senin pukul 04.30. Alarm dan alat komunikasi kuletakkan tepat di samping tempat tidurku. Aku sangat yakin akan terbangun karena aku cukup sensitif terhadap bunyi. 

Akan tetapi.......

Pukul 04.00 pun lewat. Begitu pula dengan pukul 05.00. Sampai akhirnya aku terjaga dari mimpi sekitar pukul 09.00. Oh My GoD!!!!
Hal ini menandakan Tata telah sampai di negerinya. Aku TERLAMBAT! Aku langsung melihat handphone-ku. Benar saja, beberapa missed calls dan SMS menghiasi handphone-ku.
Ternyata, Lince telah mencoba membangunkanku. Namun, aku pun terus terbuai dalam mimpi. Rasa bersalah dan gelisah mulai menghiasi jantungku. Aku langsung menelepon dan meminta maaf pada Lince.
Namun, nada yang judes membuatku semakin takut. Tak ayal lagi, Lince benar-benar marah.
Aku pun meminta maaf padanya. Jala ditebar, ikan bersambut. Akhirnya, pada malam harinya Lince memaafkanku.

Begitulah akhir cerita menggenaskan ini...

Ceria Bersama Ciater

Publicado  

Kembali lagi dengan bercerita! Cerita kali ini datangnya dari liburan terakhir bersama teman gw, sebut saja Ting2. Berhubung Ting2 akan kembali ke negeri asalnya untuk menjadi TKW dan menuntut ilmu, kami semua memutuskan untuk membuat memori indah bersamanya. Kita akan ke Ciater.

Hari sebelumnya yaitu Kamis, diumumkan untuk berkumpul di rumah Ting2 hari Jumat, 30 Juli 2010 pukul 14.00... Semua pun menyetujuinya.
Akan tetapi, negara Indonesia tidaklah luput dari jam karet. Disuruh kumpul jam 2 siang, orang terpagi saja datangnya jam 2.30 (sok tahu nih gw karena gw bukan datang pertama kali). Jamuan mushroom soup cukup membahagiakan kita semua. Selain itu, mushroom soup menandakan bahwa studi Ting2 di Negeri Jiran cukup bermanfaat. Alih-alih ingin mengetes kemampuan Ting2, sebenarnya kita semua memang menginginkan mushroom soup GRATIS. Hahaha. Sayangnya, mushroom soup tidak menyurutkan niat kita untuk pergi ke Ciater. Akan tetapi, salah seorang teman kita, sebut saja Oneng baru datang pukul 16.30. Luar biasa bukan? Untungnya, kita semua telah memahami kebiasaan "istimewa" teman kita satu ini.

Tanpa berbasa basi lagi, perjalanan pun dimulai. Perjalanan pertama menuju Waterleaf Greenforest. Apakah yang akan kita lakukan? Tentu saja FOTO. Walaupun foto yang dihasilkan cukup sedikit, foto ini cukup menghiasi koleksi foto di Facebook. Berbagai gaya pun diatur. Selain itu, tripod baru Oneng membuat kita mampu bergaya tanpa menyusahkan orang lain. Terima kasih Oneng! Karena dirasa jumlah foto belum sebanding dengan jauhnya jarak yang ditempuh, kita semua mampir ke Kampung Daun. Tentu saja, tidak membeli apa-apa kecuali pemandangan. Mungkin, kalau gw yang punya Kampung Daun, gw membuat tarif berfoto di lokasi. Sayangnya, sang empunya sungguh berbaik hati.

Kampung Daun di Senja
Kiri Bang!

Perjalanan panjang diterjang karena kita berjalan ke arah yang salah. TERSESAT. Untungnya, kita semua menyadari itu sebelum perjalanan tersesat kita terlalu jauh. Karena perut sudah berteriak kelaparan, kita akhirnya mengisi perut di Brebes. Luar biasa nikmat! Murah pula...

Seusai mengisi perut, perjalanan ke Ciater pun dimulai lagi. Akhirnya, kita semua sampai di sana. Karena salah satu teman kita, katakan saja Budi, membawa member, harga tiket masuk pun menjadi super terjangkau. Apa yang istimewa di Ciater? Tentu saja FOTO menghiasi waktu berendam kita di sana. Selain itu, kita mengenang kembali masa-masa SMA yang begitu menyenangkan. Kita juga membayangkan arisan yang diadakan diantara teman-teman main.
Ciater Tersenyum

Sepulang dari berendam, kami menyempatkan diri makan mie Tasik di Jalan Gardujati padahal waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Makan di tengah malam. Setelah itu, barulah satu persatu pulang ke rumah masing-masing dan menyongsong hari esok.

Dari perjalanan ini, gw menyadari bahwa waktu terus berjalan. Usia terus bertambah. Kehidupan semakin berlika-liku. Akankah kita terus bercanda layaknya hari ini? Apakah persahabatan yang telah dirajut semenjak masa SMP akan terus berlanjut? Beberapa tahun ke depan, mungkin kita semua akan lulus kuliah, mulai meniti karier bahkan menerjang sebuah rumah tangga. Gw berharap persahabatan kita terus berjalan.
Best Friend Forever!

Am I Going Crazy?

Publicado  Rabu, 04 Agustus 2010

Hai teman-teman!
Untuk kalian yang lagi super sibuk, lebih baik tulisan ini dilewat karena hanya membuang waktu kalian. Untuk kalian yang sedang mempersiapkan exam, lebih baik belajar untuk exam daripada membaca untaian kata ini. Untuk kalian yang lebih ingin menambah pengetahuan, lebih baik baca tulisan saya di kolom Ilmiah. It will be more essensial for u. Nah, kalau kalian semua ternyata sedang mengisi waktu luang, barulah lanjutkan membaca tulisan ini.

Next...

Sebelumnya, lihat dulu cuplikan SMS saya(R) dengan salah seorang teman saya(X).
X: "R,add gw donk!" (add BB maksudnya)
R: "X, please dgn sangat hormat untuk bersabar. Gw pasti add lu yah. Malah dengan lu ga hubungan ma org2 Indo bikin lu bakal lebih betah di sono."
X: "Hah? Knp? Ko bs? Ko lu yakin bgt? Pasti lu udh melakukan penelitian ttg isu ini kan?"
R: "Yakin X. Kebenarannya 95%. Penelitian gw pake metode case control terhadap sampel 167 org teracak di seluruh dunia. Hasilnya 99% setuju dengan statement gw. PUAS?????"
X: "Wow. Trs knp bisa kaya gt ya? Wow wow wow. Di sini ada 12 murid UI Inter yang exchange ke ***."
R: "Itu berdasarkan riset. Alasannya adalah komunikasi membuat mereka terus menerus mengingat memori indah jadi ga betah deh. Eh, btw lu knal dunk ma anak UI Inter? Hehehe"
X:"Hmmmmm.. Bagus donk, dengan mengingat memori indah jadi manusia tuh bisa makin bersemangat menghadapi kenyataan yg sebenarnya. Misalnya nih kalo lg bete trs inget memori indah kan bs jadi seneng. Gimana sih risetnya???!!! Hahahahaha. Kenal sih, cm ga ada kelas yg sama soalnya mereka udh taun ketiga gitu. ***"
R:"Nanti coba gw riset kembali...Oh... ***. Da yang namanya Isaac bukan? Hehehe"
X: "****. IYA2!!! Ko lu tw sih!!! Isaac Newton itu kan? Kenal dr mana lu???"
R: "Tau dari buku Fisika kls 2 SMA ttg gaya bab 4. Karangan B*b Fost*r. ***"

Itulah secuil percakapan singkat melalui udara dengan teman saya. Setiap kali saya membaca ulang SMS ini, saya berpikir AM I GOING CRAZY? Siapakah yang salah dengan percakapan kami? Pengirim pertama atau pembalasnya? Apakah Anda sebagai pembaca menganggap SMS saya tidak normal? Maksudnya, tidak jelas, tidak penting, tidak bermutu, buang-buang pulsa saja? Biarlah semuanya Anda yang menentukan. Anda yang memilih, Anda yang menentukan.

Lika-Liku di Fakultas Kedokteran

Publicado  Senin, 02 Agustus 2010


Tanggal 4 April 2009, pukul 00.00 WIB merupakan salah satu hari bersejarah bagi hidupku. Why? Karena hari ini adalah hari pengumuman SIMAK UI yang notabene aku menginginkan masuk FKUI bagaikan punduk merindukan bulan. Rasa deg-degan bercampur ketakutan mengalahkan rasa kantukku dalam membuka Web Penerimaan. Bahkan, Pra-UAN keesokaan harinya terelakkan karena perasaan ini. 
Dan, hasilnya.....
SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS INDONESIA!

Rasa bangga menghiasi hatiku selama beberapa minggu setelahnya. Diterima di universitas nomer 1 gitu lho!

Awal Masuk.. Hidup Jakun!

Akhirnya, masa-masa memasuki jenjang universitas kian mendekat. Saat ini, rasa itu mulai sedikit berubah menjadi rasa takut. Takut apa? Takut tidak diterima oleh lingkungan sekitar, takut pelajaran semakin sulit, dan banyak lainnya.

Bulan-bulan pun berlalu. Aku menghabiskan banyak waktu untuk menggapai secercah cita-cita di universitas ini. PSAF, mabim, PDOKM, PMDO dan berbagai acara lainnya kulewati dengan mulus. Akan tetapi, seiring perjalanan waktu, rasa banggaku akan fakultas ini mulai memudar, mengapa?  Ternyata, di fakultas terbaik ini pula seringkali dijumpai hal-hal teknis yang seharusnya dapat dihindari. Misalnya saja dosen me-reschedule jadwal seenak perut mereka, dosen datang terlambat, bahkan aula tempat menuntut ilmu pernah digenangi air karena hujan. Luar biasa bukan?

Selain itu, gila popularitas, gila nilai, gila kekuasaan, gila idealisme, gila caper, gila games sampai gila beneran mewarnai pribadi yang ada di FKUI. Untuk yang terakhir belum kutemukan. Hahaha. Sikut menyikut terasa begitu kental. Ketika seseorang mengatakan bahwa belum belajar ketika H-1 ujian, itu semua adalah BOHONG! Menurutku, tidak ada orang cerdas di dunia kedokteran. Yang ada adalah SUPER RAJIN, RAJIN, CUKUP RAJIN, AGAK MALAS. Kata malas pun terlihat samar-samar di FKUI. Bahkan, gila keuntungan pribadi pun dapat dijumpai di fakultas ini. Mungkin, manusia di fakultas ini dapat bersaing dengan manusia fakultas Ekonomi dalam mencari keuntungan pribadi. Mendapatkan keuntungan belasan juta dalam sehari, hebat bukan? Insan beragam mewarnai hari perkuliahanku di FKUI.

Mabim AMSA

Seringkali, aku merasa kesal dengan orang-orang di sekitarku. Mulailah aku membanding-bandingkan mereka dengan teman SMA-ku. Tetapi, apakah hal ini mengubah sesuatu dari diri mereka? Tentu saja tidak. Terlebih, ini dapat membuatku jauh terjatuh dalam ruang STRES. Pelajaran yang begitu berat, tugas yang selalu menumpuk, ujian di depan mata seringkali membuatku stres. Apakah aku akan menghilang dari dunia ini? Of course NOT!!!!

Untungnya, di fakultas ini, aku memiliki cukup banyak idola yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Mereka menjadi pedoman sekaligus perisai hidupku. Insan yang begitu beragam membuka kelopak mataku untuk melihat sedikit ke dunia luar. Selain itu, mengahdapi mereka bagikan menaklukkan soal-soal ujian. Hal ini membuatku bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang. Akankah aku mengangkat sumpah 4 tahun ke depan? Akankah aku menjadi panutan di desa-desa terpelosok di Indonesia? Akankah aku melabuhkan hatiku di universitas ini? Tunggu saja, cerita selanjutnya.
Do It with DUIT!

Superstar Doctor: Berusaha Untuk Menggapainya!

Publicado  Kamis, 29 Juli 2010

Menjadi seorang calon dokter bukanlah perjalanan yang begitu lurus dan mudah dilewati. Begitu banyak rintangan dan pengorbanan siap menghantam setiap calon mahasiswa FK.

Berikut ini saya ingin membagikan sedikit fakta-fakta seputar mahasiswa FK.
1.Orang bilang "Aduh gw pengen cepet kaya nih, masuk FK ajalah kan semuanya serba pasti."
* Kalau Anda berpikir seperti itu, cepatlah angkat koper Anda dari FK dan pindah ke fakultas lain yang lebih menjajikan dari segi finansial. Selain itu, godaan akan finansial terus menggoroti dokter-dokter muda. Jadi, berhati-hatilah apabila Anda masuk FK karena alasan ini.
2.Orang bilang "Wah, pinter yah bisa masuk FK."
* Apakah Anda sadar bahwa kini mahasiswa FK telah beragam mulai dari jurusan IPA (mayoritas), jurusan IPS/ Bahasa (minoritas), bahkan seorang yang harusnya belum dinyatakan lulus SMA pun dapat masuk FK. Luar biasa bukan?
3. "Aduh, sebenernya gw ga pengen nih masuk FK, tapi ortu gw maksa dan pas dites kebetulan gw berasil." Hal di atas seringkali terluncur dari mulut beberapa mahasiswa FK.
* Mungkin anak tersebut dapat lulus dari FK dengan hasil memuaskan. Akan tetapi, apakah calon dokter Indonesia merupakan calon-calon dokter yang terjebak di FK? Tentu saja sebagian orang menganggukkan kepalanya.
4. Seringkali, seorang anak dibawa ibunya ke arisan untuk dibangga-banggakan. "Nih, anak gw calon dokter lho."
* Mengapa calon dokter selalu dibangga-banggakan? Tidakah pernah berpikir jarang sekali Ibu membawa anaknya ke arisan dengan berkata "Nih, anak saya calon direktur keuangan perusahaan X atau calon insinyur." Akan tetapi, apabila ada seorang dokter yang mungkin gagal dalam melakukan tindakan operasi, berita tersebut langsung tersebar luas. "Ih, dr X gagal melulu tuh, jangan ada yang ke sana deh." Seringkali, orang2 tidak berpikir kritis untuk menanyakan apa sebabnya dapat gagal. Padahal, di dunia ini tidak ada yang mutlak.
5. Orang bilang "Aduh, gw ga suka tuh berinteraksi maupun ngomong sama orang lain."
* Lebih baik Anda cepat bergegas meninggalkan FK pindah ke fakultas yang lebih banyak berhubungan dengan mesin atau benda. Tidaklah mungkin seorang dokter malas berbicara pada pasiennya.
6. "Udah liat mayat belum? Udah ngebelek mayat? Ga takut? Berani banget?" Pertanyaan tersebut hampir 99% terluncur dari orang yang pertama kali bertemu mahasiswa FK.
* Apakah melihat mayat merupakan sesuatu yang tabu? Pada dasarnya, setiap manusia akan melihat mayat baik mayat Ibu, Bapak, maupun keluarganya. Mengapa tidak pernah ada yang bertanya seperti ini "Apa yang telah dilakukan di fakultas Anda agar menghasilkan calon dokter yang berkualitas?"

Sedangkan, menurut anak-anak kedokteran, sekolah kedokteran itu...
1. Berusaha menjadi seorang pembohong, mengapa? Hampir setiap kali ditanya orang2, kita pasti akan menyarankan mereka hidup sehat, olahraga teratur, makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dll. Tetapi, apakah kita telah melakukannya? Setiap hari diselimuti oleh materi-materi yang segunung, tugas yang menumpuk, tidur larut malam karena deadline tugas, dll.
2. Berusaha menjadi dewa penyembuh, mengapa? Setiap orang yang berbincang-bincang dengan mahasiswa FK pasti bertanya-tanya tentang kesehatan dirinya. Ekstrimnya, mereka akan bertanya mengenai beberapa jenis obat. Apakah Anda tahu bahwa sebenarnya tubuh akan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Penyakit batuk, flu, dll sebenarnya akan sembuh dengan sendirinya. Obat hanya digunakan sebagai katalisator saja. Jadi, perlu ditegaskan bahwa mahasiswa FK maupun dokter hanyalah manusia biasa!
3. Bagaikan terjebak di dalam sarang laba-laba. Sekali sudah diterima, akan terus berkutat di dalamnya, bahkan terus belajar sepanjang hayat. Tidak ada profesi lain yang bekerja seumur hidup, bukan?
4. Bagaikan dijeburkan ke dalam sarang penyakit, mengapa? Karena mau tidak mau, seorang calon dokter akan terus berhubungan dengan orang sakit. Kalau tidak hati-hati, penyakit tidak segan-segan menerkam calon dokter.
5. Serba salah, mengapa? Kalau kita diam, maka terus dipancing bicara. Ketika kita mulai bicara, akan ditanyakan referensinya dari mana, apakah sahih atau tidak.
6. Bagaikan seorang pastor, mengapa? Karena seringkali calon dokter harus berjaga malam. Selain itu, ketika terjadi kecelakaan, pasti hati nurani kita tergugah untuk menolong. Hampir 100% pasien yang kita bantu atau periksa tidaklah kita kenal terlebih dahulu. Pastor pun seperti itu. Tidak mengenal tempat, waktu maupun pilih-pilih orang.

Berikut yang dapat dijadikan bahan renungan bagi kita semua:
Menjadi mahasiwa FK nomor 1 di fakultas itu tidaklah cukup karena jarang sekali pasien akan bertanya "Dok, IP-nya berapa yah?" Hal yang lebih penting bagi diri pasien adalah apakah pasien tersebut dapat sembuh atau tidak. Selain itu, marilah kita semua mulai berpikir kritis mengapa orang-orang Indonesia lebih memilih untuk berobat ke negeri tetangga? Apakah Indonesia kekurangan spesialis? Tentunya tidak, sebagai buktinya Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) 2003-2006, Prof. Dr. A. Aziz Rani, SpPD-KGEH mengatakan bahwa terdapat sekitar 2000 spesialis penyakit dalam di Indonesia. Tentu saja jumlah ini jauh mengungguli kuantitas tenaga spesialis di negeri seberang. Namun, apakah kualitas berbanding lurus dengan kuantitas? Kadangkala, kontra menghiasi perdebatan ini. Seringkali, pasien di Indonesia mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan di dalam negeri. Berarti kualitas spesialis tidaklah kalah dengan di luar negeri. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif dan rasa empati perlu ditanamkan di relung hati calon dokter muda. Otak yang encer tidaklah cukup. Hafal 1 Robbins akan menjadi sia-sia. Hal yang lebih dibutuhkan oleh seorang pasien adalah menganggap pasien sebagai kerabatnya sendiri bahkan dirinya sendiri. Hal ini membuat dokter-dokter di Indonesia dapat melakukan tugasnya secara profesional.

Jadilah, seorang calon dokter yang memiliki jiwa 7 Stars Doctor.
1. Care Provider
2. Decision Maker
3. Communicator
4. Community Leader
5. Manager
6. Researcher
7. Iman dan Takwa
Dengan memiliki jiwa 7 Stars Doctor dibarengi jiwa memiliki, maka Anda akan menjadi calon dokter yang profesional dan berkualitas di tanah air tercinta.

*Renungan ini tidak bermaksud untuk memojokkan pihak manapun.

Wonderful Pangandaran

Publicado  

Pangandaran(P)? Terbesit sebuah memori jijik, kotor, sempit, jauh dibandingkan dengan surganya Indonesia, pulau dewata. Namun, jangan salah P kali ini berbeda dengan P lainnya. Maksud gw, liburan ke P kali ini sangatlah berbeda. Mungkin, bagi sebagian orang cerita ini tidaklah urgen sehingga hak pembaca untuk melewatkan secarik untaian kata dalam pengalaman menarik gw.

Next, untuk pembaca yang tidak tahan akan perbedaan liburan kali ini. Gw siap mengupas tuntas semuanya dalam cerita ini.
Sebenarnya, liburan ke P kali ini telah dirancang jauh-jauh hari sebelum gw meluruskan niat untuk bergabung. Mengapa? Karena gw akan berwisata dengan orang yang notabene tidak pasti dan tidak ada rencana. Anehnya, ketika beberapa orang setuju, teman gw, K langsung menghajar untuk booking hotel. Oh no..... Bagaimana kalau sampai gagal? Lembaran uang berwarna merah akan turut tersapu oleh derasnya ombak P.

Gw memantapkan hati untuk ikut dalam rencana "di saat tidak ada kata lain selain ASIK". Awalnya, hanya gw, T, M, K dan O yang memantapkan hati untuk menyongsong rencana ini. Kemudian, karena kita ketakutan mendapatkan harga hotel yang melambung tinggi, kita pun sepakat mengajak teman yang berinisial R. Siapakah dia? Jujur saja, gw ga pernah tau bahkan melihat batang hidungnya pun tidak berani, maksud gw, pernah. But, it's ok because he can make our cost become lower.
Kemudian, kita juga mengajak teman Taiwan lain. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak. Selain itu, M mengacaukan rencana yang super ASIK ini karena keinginannya untuk merambah negeri Tiongkok bersama keluarganya. Walaupun diliputi dengan perasaan sedikit dongkol, akhirnya K dapat memaklumi kehidupan tanpa rencana dari M.

Tanggal 11-13 Juli 2010 ditetapkan sebagai hari ASIK untuk berlibur ke P. Sampai titik darah penghabisan, kami semua berusaha mengajak2 orang agar....Tau sendiri kan???hahaha:)
Setelah melalui proses yang panjang dan meletihkan, akhirnya peserta ASIK bareng menjadi 9 orang yaitu gw, T, H, R, O, M, K, F, B. Banyak bukan? Ternyata, hubungan kita semua tidaklah sedekat mata memandang. Janji ngumpul jam 6.30, masih saja berangkat pukul 7.30 karena satu dan lain hal. Perut yang berbunyi membuat kita harus menunda liburan menuju dunia ASIK. Dari pertama kali naik mobil travel, sebuah memori mulai terlukis dengan indah. R masih tersipu malu2 karena belum mengenal yang lain kecuali M. Selain itu, B masih terkesan "anak ingusan" karena dia adalah adik kelas kita (becanda dink). Akan tetapi, kita semua berusaha untuk mulai mengenal lebih dalam. Tentu saja, duet pasangan T dan M membuat mobil travel menjadi lebih berisik mengalahkan kebisingan mesin. T dan M yang tidak pernah lelah mengicaukan suara "emas". Akhirnya, setelah makan siang, mendaki gunung, lewati lembah, P tercinta di depan mata.

Sesampainya di P, langsung saja aksi doger monyet dimainkan oleh T. Aksi ini diluncurkan saat akan melakukan check in hotel. Selepas menaruh barang bawaan, kami langsung menyerbu pantaiii... Salah satu teman kami, R, masih jaim sehingga dia tidak mau menceburkan diri ke pantai yang kotor tapi ASIK. Akhirnya, R hanya menggenggam kamera SLR-nya dan ckrek2 memfoto kita semua. ASIK bukan? Bermain dengan mengabadikan setiap momen. Hari itu juga, kami semua berusaha membangun sebuah kubur untuk menimbun M dengan pasir. M pun tidak berdaya melawan kami semua. Hahaha. Selepas bermain pantai, kami semua bergegas menuju Pasar Ikan. Walaupun diiringi dengan rintikan hujan, semangat grup ASIK untuk melancarkan aksinya tidak berhenti. Ternyata, baik cewe maupun cowo semuanya makan sangat banyak bagaikan kuli habis bekerja. Es krim yang enak menjadi santapan akhir kita semua. Hari ini ditutup dengan pertandingan final piala dunia yang dilangsungkan subuh. Sayangnya, salah satu teman kami yang ngebet banget nonton piala dunia tertidur dan gw sungkan membangunkannya. Maaf...

Hari kedua dibuka dengan terbitnya matahari yang menyilaukan kamar kami. Selain itu, suara M yang menjijikkan membuat kami terjaga dari tidur semalam. Setelah selesai mandi, kami memutuskan untuk pergi ke Pasir Putih. Sebelumnya, salah satu teman kami, T ingin merasakan "terbang" dengan membeli Mush*. Pasir Putih dijalani dengan tawar menawar alot antara F dengan penyewa perahu. Ternyata, potensi F yang terpendam adalah SUPER JAGO NAWAR. hahaha. Sayangnya, cuaca tidak bersahabat. Sesampainya di Pasir Putih, mendung menghiasi awan putih sehingga membuat kami ingin cepat2 beranjak. Merasa tertipu dengan penyewaan kapal yang mahal, F masih terus menggerutu seperti kehilangan tambang emas. Peace....

Banci foto semua!!!
Tidak terasa, matahari yang tertutup awan telah berada di atas kepala. Kami semua memutuskan makan siang di Rasa Sayange. Kemudian, bersepeda menjadi tujuan kami selanjutnya. Sambil menyelam minum air. Sambil bersepeda, kita meminum kelapa, mengambil gambar yang super ASIK, dan membeli celana NORAK kembaran. Setelah bersepeda, T memaksa untuk mencoba banana pancake yang super enak. Hal ini membuat waktu bermain di pantai menjadi semakin tipis. Kali ini, tidak ada satupun yang membawa SLR karena R sudah berani bermain pantai. Kali ini, kuburan pun kami siapkan bersama. Bagai senjata makan tuan, kuburan ini malah menjerumuskanku. Sayangnya, tidak ada kamera berarti tidak ada memori. huhuhuhu.
Selesai bermain pantai, perut pun berteriak ingin diisi. Untuk mengganjalnya, kami semua mengunjungi Mie Acip yang terletak bersebelahan dengan hotel kami. Setelah itu, gw dan T mengambil Mush* yang telah diubah menjadi Om* DEMI KEPUASAN T. Makan malam kali ini lebih eksklusif, mengapa? Karena kali ini, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga menuju Pasar Ikan. Kita telah memanggil pembakar ikan untuk datang ke hotel. Walaupun dengan harga yang sedikit miring ke atas, tetapi kepuasan bercengkerama tercapai. Hari ini mulai terlihat bahwa satu dengan yang lainnya mulai akrab. Buktinya, ketika session foto2, tidak ada satupun yang jaim. Kemudian, DEMI KEPUASAN T, kita semua mencoba Om* yang telah dibeli. Ternyata, Om* ini membuat gw ga bisa tidur. Dan konyolnya, T terus tertawa sampai pukul 4 dini hari ditemani M. Ckckckckckckckckckc.
      

Keesokan harinya, tidak terasa sudah waktunya mengakhiri liburan ASIK ini. Pagi-pagi diisi dengan main pantai sampai puas dan terbakar. Siang2 diisi dengan gempuran cumi "Melissa" dan ikan pari "Marlin" di Pasar Ikan. Sore2 diisi dengan tidur terlelap di mobil travel menuju kota kembang.

Sekianlah liburan yang sebentar, tidak dekat satu sama lain, tetapi begitu mengASIKkan.
Ternyata, apabila kita memikirkan segala sesuatu dengan positif, maka hasilnya akan positif. Sebaliknya, ketika kita pesimis dengan suatu keadaan, maka hasilnya menjadi NOL.
Kembaran Celana Norak

Menerjang Seminar Jurnalistik Nasional 40 Tahun MA

Publicado  Rabu, 28 Juli 2010

Bangun pagi-pagi setelah semalam pesta pemberkatan rumah temanku, M.
Pukul 5.40 aku sudah bangun, padahal semalam baru memejamkan mata pukul 3.00. Wow!!!! Rasa lelah dan kantuk tidak dapat kutepiskan.
Tetapi, aku paksakan bangun karena batang hidungku harus berada di kampus pukul 07.00.
Ternyata Karawaci begitu
JAUH dengan Salemba..
Aku baru sampai di kos pukul 07.15. OMG!!!!
15 menit terlambat...
Aku mandi secepat kilat mepersiapkan diri untuk datang ke
Seminar Jurnalistik Nasional 40 Tahun MA.

Sesampainya di Public Wing yang super nyaman dan dingin, aku melongok ke dalam, mengapa belum ada pembicara yang menyampaikan materi? Padahal, waktu telah menunjukkan pukul 07.45. Hufffff....
Aku kembali tenang.. Ternyata, belum terlambat.

Seminar ini dimulai dengan
diskusi mengenai masalah kesehatan. Sayangnya, masalah ini kurang menggigit. Peserta yang pas2an menjadi salah satu penyebabnya.
Kemudian, seminar terus berjalan mulai dari membahas
EYD, tulisan feature, sampai typography dan good layout yang membuatku terbuai di dalam dunia mimpi..wkwkwkwkw
Untungnya saja, seminar hari ini ditutup oleh penampilan Mrs Ligwina Hananto yang begitu memukau. Materi yang dibawakannya pun amatlah menarik yaitu
LANGKAH TEPAT SETELAH LULUS.
Layaknya seorang presenter kondang, Ligwina mampu menyihir satu ruangan menjadi terpana melihat dirinya. Materinya pun mudah dicerna oleh mahasiswa2 yang notabene belum banyak memakan asam garam kehidupan.
Akhirnya, waktu telah menunjukkan pukul 16.30. Artinya, seminar hari pertama selesai. HORE!!!

Akan tetapi, hari Jumat, 23 Juli 2010 tidak begitu mudah dilewatkan. Mengapa? Tepat setelah seminar ini selesai, diriku langsung diajak jalan oleh teman2ku dari Bandung. Aku tak kuasa untuk menolaknya. Kehidupan hedon di GI yang begitu asik ini diakhiri pukul 21.30 karena aku harus pulang ke kosan naik taksi. Teman-temanku yang lain harus pulang ke kampung halaman, Bandung.

Keesokan harinya, Sabtu, 24 Juli 2010, aku bangun pukul 07.00. Kemudian, bersiap2 menyongsong hari kedua seminar jurnalistik. Di hari kedua ini, materi2 yang disampaikan tergolong menarik.
Teknik wawancara merupakan salah satu hal yang menarik. Seminar ini ditutup oleh rekayasa foto jurnalistik yang dibawakan oleh wartawan senior Kompas, Arbein Rambey. Dia terlihat begitu ahli dalam merekayasa foto.
Seminar hari kedua begitu menarik untuk dilewatkan. Selepas seminar, ternyata perjalanan hari Sabtu belumlah usai.
Gladi resik untuk mempersiapkan
hari temu alumni MA dimulai. Aku baru bisa beranjak dari Public Wing pukul 20.45. Sabtu yang begitu lelah.

Ternyata, sebuah intan perlu digosok agar tetap mengkilat. Aku menjadi lebih mengerti mengenai bidang jurnalistik setelah menerjang 2 hari yang begitu melelahkan.
Thanks untuk kakak panitia seminar yang begitu hebat dalam memilih para narasumber dan tentunya narasumber yang begitu berpengalaman.

Semangat terus
PPAB MA 2010 TANGGUH!

!FOREVER YOUNG MA!

HIV/AIDS: Perjuangan Melawan Bom Waktu

Publicado  Rabu, 21 Juli 2010

Masalah HIV/AIDS merupakan masalah yang memerlukan perhatian serius, mengapa? Jumlah penderita HIV/AIDS bertambah terus setiap tahun. Berdasarkan laporan dari Depkes RI bulan Maret 2010, terdapat sedikitnya 20.564 penderita baru dan 3.936 diantaranya meninggal dunia. Sungguh mengerikan bukan? Bagaimana transmisi HIV? Bagaimana perjalanan penyakit ini? Terapi apakah yang tepat bagi penderita saat ini?


HIV merupakan virus yang berasal dari kelompok retrovirus. Virus ini menyerang sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia yaitu sel T CD4+ dan makrofag. Selain itu, virus HIV akan mengganggu kerja dari sel tersebut yang akhirnya mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Apakah akibat dari sistem kekebalan yang defisien? Akibatnya yaitu orang tersebut menjadi mudah terjangkiti oleh berbagai ragam infeksi oportunistik. Infeksi inilah yang menyebabkan kematian bagi penderita HIV. Apabila tidak diobati, penderita HIV akan berujung pada AIDS. Jumlah virus HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai macam infeksi oportunistik merupakan indikator bahwa HIV telah berkembang menjadi AIDS.


Seringkali, para penderita HIV dikucilkan dari lingkungannya dengan alasan takut menulari orang-orang sehat. Mereka dianggap sebagai orang “kelas kedua”. Paradigma seperti ini perlu diubah oleh para calon dokter dan dokter di Indonesia. Seperti yang telah diketahui, transmisi virus HIV dapat terjadi melalui 2 cara yaitu secara seksual dan non-seksual. Berdasarkan penelitian, orang yang menderita HIV disertai penyakit kelamin memiliki resiko yang lebih besar untuk menulari HIV kepada orang lain. Akan tetapi, kebanyakan orang tertular HIV dari orang-orang yang selama ini dianggap “sehat” fisiknya. Komisi Penanggulangan AIDS mengatakan bahwa transmisi seksual menempati posisi tertinggi sebagai penyebab penularan HIV yaitu sekitar 60%. Sementara itu, 30% penderita tertular HIV melalui transmisi non-seksual yaitu penggunaan jarum suntik bersama. Sisanya tertular melalui transfusi darah dan transplasental.


Secara umum, perjalanan penderita HIV menuju AIDS melalui 4 fase. Fase pertama dikenal dengan sindrom akut retroviral di mana virion HIV dari orang yang terinfeksi berfusi ke dalam sel orang lain. Fusi yang diperantarai oleh reseptor gp41 atau gp120 ini menyerang sel T CD4+ dan monosit dalam darah. Hal ini menimbulkan respon imun dalam tubuh selama 12 minggu pertama untuk mengurangi produksi virus. Sayangnya, pada fase ini, penderita tidak mengalami gejala apa-apa. Kemudian, virus HIV melakukan replikasi di kelenjar getah bening dan limpa. Namun, manifestasi klinik masih belum muncul. Fase ini dikenal dengan masa laten klinis. Fase ini dapat berlangsung mulai dari 6 bulan sampai dengan 10 tahun. Setelah itu, pada fase kronis progresif, pasien menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik. Pada fase ini kekebalan tubuh diibaratkan sebagai senjata makan tuan. TNF yang diproduksi oleh sistem imun memicu produksi virus HIV. Fase terakhir merupakan fase akhir dan letal. Penderita AIDS memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita neoplasma, infeksi oportunistik, gagal ginjal, dan degenerasi susunan saraf pusat.


Sayangnya, sampai saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Namun, obat-obatan antiretroviral dapat meperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV dan menunda terjadinya AIDS, mengapa? Obat antiretroviral bekerja memperlambat proses reverse transcriptase, mengacaukan replikasi HIV, maupun menghambat pemecahan protein virus. Biasanya, obat antiretroviral ini diberikan secara kombinasi untuk menghindari resistensi virus. Selain pengobatan, penderita biasanya memerlukan konseling khusus karena penderita HIV seringkali dianggap sebagai sampah masyarakat. Depresi dan stres dapat memicu tingkat keparahan penyakit ini. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih baik dari pengobatan, bukan?

Penderita Sindrom Klinefelter, Wanita atau Laki-laki?

Publicado  

Belum lama ini, tepatnya sekitar bulan Mei 2010, terdapat kasus yang kontroversial di bidang medis. Kasus tersebut adalah kasus Alterina Hofan, seorang kelahiran Papua yang mengalami sindrom Klinefelter. Mengapa kasus ini menjadi begitu gempar padahal penderita sindrom Klinefelter di Indonesia bagaikan fenomena gunung es? Berdasarkan penuturan dr. Boyke Dian Nugraha, rasio penderita sindrom Klinefelter di dunia adalah 1:800.000. Sedangkan, di Indonesia rasio tersebut meningkat pesat hingga 1:100.000. Jadi, di Indonesia terdapat sedikitnya 2.000 orang penderita sindrom Klinefelter dengan asumsi penduduk 200 juta jiwa. Kondisi seperti ini diperparah oleh tingkat polusi udara yang tinggi, kebakaran hutan, asap rokok, dan lainnya.


Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik pada laki-laki yang diakibatkan oleh penambahan kromosom X. Laki-laki normal akan memiliki kromosom XY. Sementara itu, pada penderita sindrom Klinefelter, kromosomnya menjadi XXY. Gejala sindrom Klinefelter bergantung pada banyaknya sel XXY yang dimiliki oleh penderita, banyaknya hormon testosteron, serta umur penderita ketika didiagnosis. Biasanya, kelainan kromosom pada sindrom ini akan memengaruhi beberapa perkembangan seperti fisik, bahasa, dan sosial. Kelainan fisik secara nyata terlihat dari adanya payudara dan testis yang bersifat aspermatogenesis. Sedangkan, keterlambatan perkembangan bicara dan sulitnya memproses informasi visual maupun auditori menjadi masalah bagi penderita. Perbedaan fisik membuat penderita menjadi rendah diri dan bersifat menutup diri.


Pada kasus di atas, Alterina dituntut dengan tuduhan memalsukan identitas. Padahal, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian forensik, dirinya ditetapkan sebagai laki-laki dengan kelebihan kromosom X. Sementara itu, pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa Alterina adalah seorang wanita. Tentu saja, kedua hal ini bertentangan satu sama lain. Apakah seseorang dikatakan sebagai seorang wanita apabila memiliki barr body pada kromosom X? Apakah seseorang akan dikatakan laki-laki apabila memiliki kromosom Y? Dengan demikian, kasus Alterina tergolong yang mana?


Setiap orang memilih untuk tidak dilahirkan daripada memiliki identitas kelamin yang tidak jelas. Namun, segala sesuatu dikehendaki oleh Sang Pencipta, semuanya akan terjadi. Sebenarnya, kasus Alterina ini bukanlah sebuah tuduhan penipuan jenis kelamin. Hal ini disebabkan oleh istri Alterina, Jane, mengetahui bahwa suaminya menderita sindrom Klinefelter. Lagipula, Jane dapat menerima Alterina apa adanya. Selain itu, Hak Asasi Manusia (HAM) membebaskan setiap orang untuk menentukan hidupnya sendiri. Operasi pengangkatan payudara Alterina juga merupakan hak yang tidak dapat ditentang oleh siapapun.


Dengan latar belakang keluarga terpandang, keluarga Jane akan malu dengan kondisi pernikahan Jane. Pernikahan dengan penderita sindrom Klinefelter merupakan aib bagi keluarganya. Selain itu, pernikahan tersebut tidak akan memberikan keturunan, mengapa? Hal ini disebabkan oleh penderita sindrom Klinefelter memiliki sperma yang steril. Di lain sisi, keluarga Jane menganut kepercayaan bahwa pernikahan sesama jenis itu dosa. Oleh karena itu, keluarga Jane menolak keras hubungan mereka.


Sebenarnya, orang yang terpukul atas mencuatnya kasus ini adalah Jane. Aib keluarganya terbongkar ke masyarakat umum. Walaupun dirinya dapat menerima Alterina apa adanya, belum tentu teman-temannya dapat menerima kondisi seperti demikian. Bisa jadi, Jane akan dijauhi oleh mereka. Selain itu, pemberitaan yang begitu heboh memperlihatkan bahwa hubungan Jane dengan kedua orang tuanya tidak harmonis. Di satu sisi, Jane memihak pada Alter, namun dirinya tidak ingin menjadi anak durhaka.


Sementara itu, dapat dilihat sebenarnya orang yang sangat terpukul tentu saja Alterina. Mengapa demikian? Alterina akan sulit diterima di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang seringkali hanya melihat dari sisi kekurangan seseorang. Seperti contohnya ia akan lebih sulit mendapat pekerjaan dengan kelamin “abu-abu”. Selain itu, dirinya harus dapat menahan mental terhadap cemoohan dari orang-orang sekitarnya. Salah siapakah ini?


Sebagai calon dokter dan dokter di Indonesia, ada baiknya merenungkan kasus ini. Siapakah yang dapat disalahkan dalam kasus seperti ini? Apakah Alterina merupakan seorang wanita atau laki-laki tulen? Mengapa terdapat perbedaan pernyataan antara tes DNA dan hasil dari bagian forensik? Tes manakah yang diakui? Apakah penderita sindrom Klinefelter dianggap sebagai sampah di Indonesia sehingga tidak ada perlindungan hukum bagi mereka? Diantara masyarakat Indonesia, pastinya ada yang mendukung keluarga Jane dengan berbagai alasan. Namun, tidak sedikit orang menaruh simpati pada Alterina. Biarlah kasus kontroversial ini dijawab oleh hati nurani masing-masing pribadi.