Am I Going Crazy?

Publicado  Rabu, 04 Agustus 2010

Hai teman-teman!
Untuk kalian yang lagi super sibuk, lebih baik tulisan ini dilewat karena hanya membuang waktu kalian. Untuk kalian yang sedang mempersiapkan exam, lebih baik belajar untuk exam daripada membaca untaian kata ini. Untuk kalian yang lebih ingin menambah pengetahuan, lebih baik baca tulisan saya di kolom Ilmiah. It will be more essensial for u. Nah, kalau kalian semua ternyata sedang mengisi waktu luang, barulah lanjutkan membaca tulisan ini.

Next...

Sebelumnya, lihat dulu cuplikan SMS saya(R) dengan salah seorang teman saya(X).
X: "R,add gw donk!" (add BB maksudnya)
R: "X, please dgn sangat hormat untuk bersabar. Gw pasti add lu yah. Malah dengan lu ga hubungan ma org2 Indo bikin lu bakal lebih betah di sono."
X: "Hah? Knp? Ko bs? Ko lu yakin bgt? Pasti lu udh melakukan penelitian ttg isu ini kan?"
R: "Yakin X. Kebenarannya 95%. Penelitian gw pake metode case control terhadap sampel 167 org teracak di seluruh dunia. Hasilnya 99% setuju dengan statement gw. PUAS?????"
X: "Wow. Trs knp bisa kaya gt ya? Wow wow wow. Di sini ada 12 murid UI Inter yang exchange ke ***."
R: "Itu berdasarkan riset. Alasannya adalah komunikasi membuat mereka terus menerus mengingat memori indah jadi ga betah deh. Eh, btw lu knal dunk ma anak UI Inter? Hehehe"
X:"Hmmmmm.. Bagus donk, dengan mengingat memori indah jadi manusia tuh bisa makin bersemangat menghadapi kenyataan yg sebenarnya. Misalnya nih kalo lg bete trs inget memori indah kan bs jadi seneng. Gimana sih risetnya???!!! Hahahahaha. Kenal sih, cm ga ada kelas yg sama soalnya mereka udh taun ketiga gitu. ***"
R:"Nanti coba gw riset kembali...Oh... ***. Da yang namanya Isaac bukan? Hehehe"
X: "****. IYA2!!! Ko lu tw sih!!! Isaac Newton itu kan? Kenal dr mana lu???"
R: "Tau dari buku Fisika kls 2 SMA ttg gaya bab 4. Karangan B*b Fost*r. ***"

Itulah secuil percakapan singkat melalui udara dengan teman saya. Setiap kali saya membaca ulang SMS ini, saya berpikir AM I GOING CRAZY? Siapakah yang salah dengan percakapan kami? Pengirim pertama atau pembalasnya? Apakah Anda sebagai pembaca menganggap SMS saya tidak normal? Maksudnya, tidak jelas, tidak penting, tidak bermutu, buang-buang pulsa saja? Biarlah semuanya Anda yang menentukan. Anda yang memilih, Anda yang menentukan.

0 komentar: