Pangandaran(P)? Terbesit sebuah memori jijik, kotor, sempit, jauh dibandingkan dengan surganya Indonesia, pulau dewata. Namun, jangan salah P kali ini berbeda dengan P lainnya. Maksud gw, liburan ke P kali ini sangatlah berbeda. Mungkin, bagi sebagian orang cerita ini tidaklah urgen sehingga hak pembaca untuk melewatkan secarik untaian kata dalam pengalaman menarik gw.
Next, untuk pembaca yang tidak tahan akan perbedaan liburan kali ini. Gw siap mengupas tuntas semuanya dalam cerita ini.
Sebenarnya, liburan ke P kali ini telah dirancang jauh-jauh hari sebelum gw meluruskan niat untuk bergabung. Mengapa? Karena gw akan berwisata dengan orang yang notabene tidak pasti dan tidak ada rencana. Anehnya, ketika beberapa orang setuju, teman gw, K langsung menghajar untuk booking hotel. Oh no..... Bagaimana kalau sampai gagal? Lembaran uang berwarna merah akan turut tersapu oleh derasnya ombak P.
Gw memantapkan hati untuk ikut dalam rencana "di saat tidak ada kata lain selain ASIK". Awalnya, hanya gw, T, M, K dan O yang memantapkan hati untuk menyongsong rencana ini. Kemudian, karena kita ketakutan mendapatkan harga hotel yang melambung tinggi, kita pun sepakat mengajak teman yang berinisial R. Siapakah dia? Jujur saja, gw ga pernah tau bahkan melihat batang hidungnya pun tidak berani, maksud gw, pernah. But, it's ok because he can make our cost become lower.
Kemudian, kita juga mengajak teman Taiwan lain. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak. Selain itu, M mengacaukan rencana yang super ASIK ini karena keinginannya untuk merambah negeri Tiongkok bersama keluarganya. Walaupun diliputi dengan perasaan sedikit dongkol, akhirnya K dapat memaklumi kehidupan tanpa rencana dari M.
Tanggal 11-13 Juli 2010 ditetapkan sebagai hari ASIK untuk berlibur ke P. Sampai titik darah penghabisan, kami semua berusaha mengajak2 orang agar....Tau sendiri kan???hahaha:)
Setelah melalui proses yang panjang dan meletihkan, akhirnya peserta ASIK bareng menjadi 9 orang yaitu gw, T, H, R, O, M, K, F, B. Banyak bukan? Ternyata, hubungan kita semua tidaklah sedekat mata memandang. Janji ngumpul jam 6.30, masih saja berangkat pukul 7.30 karena satu dan lain hal. Perut yang berbunyi membuat kita harus menunda liburan menuju dunia ASIK. Dari pertama kali naik mobil travel, sebuah memori mulai terlukis dengan indah. R masih tersipu malu2 karena belum mengenal yang lain kecuali M. Selain itu, B masih terkesan "anak ingusan" karena dia adalah adik kelas kita (becanda dink). Akan tetapi, kita semua berusaha untuk mulai mengenal lebih dalam. Tentu saja, duet pasangan T dan M membuat mobil travel menjadi lebih berisik mengalahkan kebisingan mesin. T dan M yang tidak pernah lelah mengicaukan suara "emas". Akhirnya, setelah makan siang, mendaki gunung, lewati lembah, P tercinta di depan mata.
Sesampainya di P, langsung saja aksi doger monyet dimainkan oleh T. Aksi ini diluncurkan saat akan melakukan check in hotel. Selepas menaruh barang bawaan, kami langsung menyerbu pantaiii... Salah satu teman kami, R, masih jaim sehingga dia tidak mau menceburkan diri ke pantai yang kotor tapi ASIK. Akhirnya, R hanya menggenggam kamera SLR-nya dan ckrek2 memfoto kita semua. ASIK bukan? Bermain dengan mengabadikan setiap momen. Hari itu juga, kami semua berusaha membangun sebuah kubur untuk menimbun M dengan pasir. M pun tidak berdaya melawan kami semua. Hahaha. Selepas bermain pantai, kami semua bergegas menuju Pasar Ikan. Walaupun diiringi dengan rintikan hujan, semangat grup ASIK untuk melancarkan aksinya tidak berhenti. Ternyata, baik cewe maupun cowo semuanya makan sangat banyak bagaikan kuli habis bekerja. Es krim yang enak menjadi santapan akhir kita semua. Hari ini ditutup dengan pertandingan final piala dunia yang dilangsungkan subuh. Sayangnya, salah satu teman kami yang ngebet banget nonton piala dunia tertidur dan gw sungkan membangunkannya. Maaf...
Hari kedua dibuka dengan terbitnya matahari yang menyilaukan kamar kami. Selain itu, suara M yang menjijikkan membuat kami terjaga dari tidur semalam. Setelah selesai mandi, kami memutuskan untuk pergi ke Pasir Putih. Sebelumnya, salah satu teman kami, T ingin merasakan "terbang" dengan membeli Mush*. Pasir Putih dijalani dengan tawar menawar alot antara F dengan penyewa perahu. Ternyata, potensi F yang terpendam adalah SUPER JAGO NAWAR. hahaha. Sayangnya, cuaca tidak bersahabat. Sesampainya di Pasir Putih, mendung menghiasi awan putih sehingga membuat kami ingin cepat2 beranjak. Merasa tertipu dengan penyewaan kapal yang mahal, F masih terus menggerutu seperti kehilangan tambang emas. Peace....
 |
| Banci foto semua!!! |
|
Tidak terasa, matahari yang tertutup awan telah berada di atas kepala. Kami semua memutuskan makan siang di Rasa Sayange. Kemudian, bersepeda menjadi tujuan kami selanjutnya. Sambil menyelam minum air. Sambil bersepeda, kita meminum kelapa, mengambil gambar yang super
ASIK, dan membeli celana NORAK kembaran. Setelah bersepeda, T memaksa untuk mencoba
banana pancake yang super enak. Hal ini membuat waktu bermain di pantai menjadi semakin tipis. Kali ini, tidak ada satupun yang membawa SLR karena R sudah berani bermain pantai. Kali ini, kuburan pun kami siapkan bersama. Bagai senjata makan tuan, kuburan ini malah menjerumuskanku. Sayangnya, tidak ada kamera berarti tidak ada memori. huhuhuhu.
Selesai bermain pantai, perut pun berteriak ingin diisi. Untuk mengganjalnya, kami semua mengunjungi Mie Acip yang terletak bersebelahan dengan hotel kami. Setelah itu, gw dan T mengambil Mush* yang telah diubah menjadi Om*
DEMI KEPUASAN T. Makan malam kali ini lebih eksklusif, mengapa? Karena kali ini, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga menuju Pasar Ikan. Kita telah memanggil pembakar ikan untuk datang ke hotel. Walaupun dengan harga yang sedikit miring ke atas, tetapi kepuasan bercengkerama tercapai. Hari ini mulai terlihat bahwa satu dengan yang lainnya mulai akrab. Buktinya, ketika session foto2, tidak ada satupun yang jaim. Kemudian, DEMI KEPUASAN T, kita semua mencoba Om* yang telah dibeli. Ternyata, Om* ini membuat gw ga bisa tidur. Dan konyolnya, T terus tertawa sampai pukul 4 dini hari ditemani M. Ckckckckckckckckckc.
Keesokan harinya, tidak terasa sudah waktunya mengakhiri liburan
ASIK ini. Pagi-pagi diisi dengan main pantai sampai puas dan terbakar. Siang2 diisi dengan gempuran cumi "Melissa" dan ikan pari "Marlin" di Pasar Ikan. Sore2 diisi dengan tidur terlelap di mobil travel menuju kota kembang.
Sekianlah liburan yang sebentar, tidak dekat satu sama lain, tetapi begitu meng
ASIKkan.
Ternyata, apabila kita memikirkan segala sesuatu dengan positif, maka hasilnya akan positif. Sebaliknya, ketika kita pesimis dengan suatu keadaan, maka hasilnya menjadi NOL.
 |
| Kembaran Celana Norak |
|