Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Holiday. Tampilkan semua postingan

Ceria Bersama Ciater

Publicado  Selasa, 10 Agustus 2010

Kembali lagi dengan bercerita! Cerita kali ini datangnya dari liburan terakhir bersama teman gw, sebut saja Ting2. Berhubung Ting2 akan kembali ke negeri asalnya untuk menjadi TKW dan menuntut ilmu, kami semua memutuskan untuk membuat memori indah bersamanya. Kita akan ke Ciater.

Hari sebelumnya yaitu Kamis, diumumkan untuk berkumpul di rumah Ting2 hari Jumat, 30 Juli 2010 pukul 14.00... Semua pun menyetujuinya.
Akan tetapi, negara Indonesia tidaklah luput dari jam karet. Disuruh kumpul jam 2 siang, orang terpagi saja datangnya jam 2.30 (sok tahu nih gw karena gw bukan datang pertama kali). Jamuan mushroom soup cukup membahagiakan kita semua. Selain itu, mushroom soup menandakan bahwa studi Ting2 di Negeri Jiran cukup bermanfaat. Alih-alih ingin mengetes kemampuan Ting2, sebenarnya kita semua memang menginginkan mushroom soup GRATIS. Hahaha. Sayangnya, mushroom soup tidak menyurutkan niat kita untuk pergi ke Ciater. Akan tetapi, salah seorang teman kita, sebut saja Oneng baru datang pukul 16.30. Luar biasa bukan? Untungnya, kita semua telah memahami kebiasaan "istimewa" teman kita satu ini.

Tanpa berbasa basi lagi, perjalanan pun dimulai. Perjalanan pertama menuju Waterleaf Greenforest. Apakah yang akan kita lakukan? Tentu saja FOTO. Walaupun foto yang dihasilkan cukup sedikit, foto ini cukup menghiasi koleksi foto di Facebook. Berbagai gaya pun diatur. Selain itu, tripod baru Oneng membuat kita mampu bergaya tanpa menyusahkan orang lain. Terima kasih Oneng! Karena dirasa jumlah foto belum sebanding dengan jauhnya jarak yang ditempuh, kita semua mampir ke Kampung Daun. Tentu saja, tidak membeli apa-apa kecuali pemandangan. Mungkin, kalau gw yang punya Kampung Daun, gw membuat tarif berfoto di lokasi. Sayangnya, sang empunya sungguh berbaik hati.

Kampung Daun di Senja
Kiri Bang!

Perjalanan panjang diterjang karena kita berjalan ke arah yang salah. TERSESAT. Untungnya, kita semua menyadari itu sebelum perjalanan tersesat kita terlalu jauh. Karena perut sudah berteriak kelaparan, kita akhirnya mengisi perut di Brebes. Luar biasa nikmat! Murah pula...

Seusai mengisi perut, perjalanan ke Ciater pun dimulai lagi. Akhirnya, kita semua sampai di sana. Karena salah satu teman kita, katakan saja Budi, membawa member, harga tiket masuk pun menjadi super terjangkau. Apa yang istimewa di Ciater? Tentu saja FOTO menghiasi waktu berendam kita di sana. Selain itu, kita mengenang kembali masa-masa SMA yang begitu menyenangkan. Kita juga membayangkan arisan yang diadakan diantara teman-teman main.
Ciater Tersenyum

Sepulang dari berendam, kami menyempatkan diri makan mie Tasik di Jalan Gardujati padahal waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Makan di tengah malam. Setelah itu, barulah satu persatu pulang ke rumah masing-masing dan menyongsong hari esok.

Dari perjalanan ini, gw menyadari bahwa waktu terus berjalan. Usia terus bertambah. Kehidupan semakin berlika-liku. Akankah kita terus bercanda layaknya hari ini? Apakah persahabatan yang telah dirajut semenjak masa SMP akan terus berlanjut? Beberapa tahun ke depan, mungkin kita semua akan lulus kuliah, mulai meniti karier bahkan menerjang sebuah rumah tangga. Gw berharap persahabatan kita terus berjalan.
Best Friend Forever!

Wonderful Pangandaran

Publicado  Kamis, 29 Juli 2010

Pangandaran(P)? Terbesit sebuah memori jijik, kotor, sempit, jauh dibandingkan dengan surganya Indonesia, pulau dewata. Namun, jangan salah P kali ini berbeda dengan P lainnya. Maksud gw, liburan ke P kali ini sangatlah berbeda. Mungkin, bagi sebagian orang cerita ini tidaklah urgen sehingga hak pembaca untuk melewatkan secarik untaian kata dalam pengalaman menarik gw.

Next, untuk pembaca yang tidak tahan akan perbedaan liburan kali ini. Gw siap mengupas tuntas semuanya dalam cerita ini.
Sebenarnya, liburan ke P kali ini telah dirancang jauh-jauh hari sebelum gw meluruskan niat untuk bergabung. Mengapa? Karena gw akan berwisata dengan orang yang notabene tidak pasti dan tidak ada rencana. Anehnya, ketika beberapa orang setuju, teman gw, K langsung menghajar untuk booking hotel. Oh no..... Bagaimana kalau sampai gagal? Lembaran uang berwarna merah akan turut tersapu oleh derasnya ombak P.

Gw memantapkan hati untuk ikut dalam rencana "di saat tidak ada kata lain selain ASIK". Awalnya, hanya gw, T, M, K dan O yang memantapkan hati untuk menyongsong rencana ini. Kemudian, karena kita ketakutan mendapatkan harga hotel yang melambung tinggi, kita pun sepakat mengajak teman yang berinisial R. Siapakah dia? Jujur saja, gw ga pernah tau bahkan melihat batang hidungnya pun tidak berani, maksud gw, pernah. But, it's ok because he can make our cost become lower.
Kemudian, kita juga mengajak teman Taiwan lain. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak. Selain itu, M mengacaukan rencana yang super ASIK ini karena keinginannya untuk merambah negeri Tiongkok bersama keluarganya. Walaupun diliputi dengan perasaan sedikit dongkol, akhirnya K dapat memaklumi kehidupan tanpa rencana dari M.

Tanggal 11-13 Juli 2010 ditetapkan sebagai hari ASIK untuk berlibur ke P. Sampai titik darah penghabisan, kami semua berusaha mengajak2 orang agar....Tau sendiri kan???hahaha:)
Setelah melalui proses yang panjang dan meletihkan, akhirnya peserta ASIK bareng menjadi 9 orang yaitu gw, T, H, R, O, M, K, F, B. Banyak bukan? Ternyata, hubungan kita semua tidaklah sedekat mata memandang. Janji ngumpul jam 6.30, masih saja berangkat pukul 7.30 karena satu dan lain hal. Perut yang berbunyi membuat kita harus menunda liburan menuju dunia ASIK. Dari pertama kali naik mobil travel, sebuah memori mulai terlukis dengan indah. R masih tersipu malu2 karena belum mengenal yang lain kecuali M. Selain itu, B masih terkesan "anak ingusan" karena dia adalah adik kelas kita (becanda dink). Akan tetapi, kita semua berusaha untuk mulai mengenal lebih dalam. Tentu saja, duet pasangan T dan M membuat mobil travel menjadi lebih berisik mengalahkan kebisingan mesin. T dan M yang tidak pernah lelah mengicaukan suara "emas". Akhirnya, setelah makan siang, mendaki gunung, lewati lembah, P tercinta di depan mata.

Sesampainya di P, langsung saja aksi doger monyet dimainkan oleh T. Aksi ini diluncurkan saat akan melakukan check in hotel. Selepas menaruh barang bawaan, kami langsung menyerbu pantaiii... Salah satu teman kami, R, masih jaim sehingga dia tidak mau menceburkan diri ke pantai yang kotor tapi ASIK. Akhirnya, R hanya menggenggam kamera SLR-nya dan ckrek2 memfoto kita semua. ASIK bukan? Bermain dengan mengabadikan setiap momen. Hari itu juga, kami semua berusaha membangun sebuah kubur untuk menimbun M dengan pasir. M pun tidak berdaya melawan kami semua. Hahaha. Selepas bermain pantai, kami semua bergegas menuju Pasar Ikan. Walaupun diiringi dengan rintikan hujan, semangat grup ASIK untuk melancarkan aksinya tidak berhenti. Ternyata, baik cewe maupun cowo semuanya makan sangat banyak bagaikan kuli habis bekerja. Es krim yang enak menjadi santapan akhir kita semua. Hari ini ditutup dengan pertandingan final piala dunia yang dilangsungkan subuh. Sayangnya, salah satu teman kami yang ngebet banget nonton piala dunia tertidur dan gw sungkan membangunkannya. Maaf...

Hari kedua dibuka dengan terbitnya matahari yang menyilaukan kamar kami. Selain itu, suara M yang menjijikkan membuat kami terjaga dari tidur semalam. Setelah selesai mandi, kami memutuskan untuk pergi ke Pasir Putih. Sebelumnya, salah satu teman kami, T ingin merasakan "terbang" dengan membeli Mush*. Pasir Putih dijalani dengan tawar menawar alot antara F dengan penyewa perahu. Ternyata, potensi F yang terpendam adalah SUPER JAGO NAWAR. hahaha. Sayangnya, cuaca tidak bersahabat. Sesampainya di Pasir Putih, mendung menghiasi awan putih sehingga membuat kami ingin cepat2 beranjak. Merasa tertipu dengan penyewaan kapal yang mahal, F masih terus menggerutu seperti kehilangan tambang emas. Peace....

Banci foto semua!!!
Tidak terasa, matahari yang tertutup awan telah berada di atas kepala. Kami semua memutuskan makan siang di Rasa Sayange. Kemudian, bersepeda menjadi tujuan kami selanjutnya. Sambil menyelam minum air. Sambil bersepeda, kita meminum kelapa, mengambil gambar yang super ASIK, dan membeli celana NORAK kembaran. Setelah bersepeda, T memaksa untuk mencoba banana pancake yang super enak. Hal ini membuat waktu bermain di pantai menjadi semakin tipis. Kali ini, tidak ada satupun yang membawa SLR karena R sudah berani bermain pantai. Kali ini, kuburan pun kami siapkan bersama. Bagai senjata makan tuan, kuburan ini malah menjerumuskanku. Sayangnya, tidak ada kamera berarti tidak ada memori. huhuhuhu.
Selesai bermain pantai, perut pun berteriak ingin diisi. Untuk mengganjalnya, kami semua mengunjungi Mie Acip yang terletak bersebelahan dengan hotel kami. Setelah itu, gw dan T mengambil Mush* yang telah diubah menjadi Om* DEMI KEPUASAN T. Makan malam kali ini lebih eksklusif, mengapa? Karena kali ini, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga menuju Pasar Ikan. Kita telah memanggil pembakar ikan untuk datang ke hotel. Walaupun dengan harga yang sedikit miring ke atas, tetapi kepuasan bercengkerama tercapai. Hari ini mulai terlihat bahwa satu dengan yang lainnya mulai akrab. Buktinya, ketika session foto2, tidak ada satupun yang jaim. Kemudian, DEMI KEPUASAN T, kita semua mencoba Om* yang telah dibeli. Ternyata, Om* ini membuat gw ga bisa tidur. Dan konyolnya, T terus tertawa sampai pukul 4 dini hari ditemani M. Ckckckckckckckckckc.
      

Keesokan harinya, tidak terasa sudah waktunya mengakhiri liburan ASIK ini. Pagi-pagi diisi dengan main pantai sampai puas dan terbakar. Siang2 diisi dengan gempuran cumi "Melissa" dan ikan pari "Marlin" di Pasar Ikan. Sore2 diisi dengan tidur terlelap di mobil travel menuju kota kembang.

Sekianlah liburan yang sebentar, tidak dekat satu sama lain, tetapi begitu mengASIKkan.
Ternyata, apabila kita memikirkan segala sesuatu dengan positif, maka hasilnya akan positif. Sebaliknya, ketika kita pesimis dengan suatu keadaan, maka hasilnya menjadi NOL.
Kembaran Celana Norak