Superstar Doctor: Berusaha Untuk Menggapainya!

Publicado  Kamis, 29 Juli 2010

Menjadi seorang calon dokter bukanlah perjalanan yang begitu lurus dan mudah dilewati. Begitu banyak rintangan dan pengorbanan siap menghantam setiap calon mahasiswa FK.

Berikut ini saya ingin membagikan sedikit fakta-fakta seputar mahasiswa FK.
1.Orang bilang "Aduh gw pengen cepet kaya nih, masuk FK ajalah kan semuanya serba pasti."
* Kalau Anda berpikir seperti itu, cepatlah angkat koper Anda dari FK dan pindah ke fakultas lain yang lebih menjajikan dari segi finansial. Selain itu, godaan akan finansial terus menggoroti dokter-dokter muda. Jadi, berhati-hatilah apabila Anda masuk FK karena alasan ini.
2.Orang bilang "Wah, pinter yah bisa masuk FK."
* Apakah Anda sadar bahwa kini mahasiswa FK telah beragam mulai dari jurusan IPA (mayoritas), jurusan IPS/ Bahasa (minoritas), bahkan seorang yang harusnya belum dinyatakan lulus SMA pun dapat masuk FK. Luar biasa bukan?
3. "Aduh, sebenernya gw ga pengen nih masuk FK, tapi ortu gw maksa dan pas dites kebetulan gw berasil." Hal di atas seringkali terluncur dari mulut beberapa mahasiswa FK.
* Mungkin anak tersebut dapat lulus dari FK dengan hasil memuaskan. Akan tetapi, apakah calon dokter Indonesia merupakan calon-calon dokter yang terjebak di FK? Tentu saja sebagian orang menganggukkan kepalanya.
4. Seringkali, seorang anak dibawa ibunya ke arisan untuk dibangga-banggakan. "Nih, anak gw calon dokter lho."
* Mengapa calon dokter selalu dibangga-banggakan? Tidakah pernah berpikir jarang sekali Ibu membawa anaknya ke arisan dengan berkata "Nih, anak saya calon direktur keuangan perusahaan X atau calon insinyur." Akan tetapi, apabila ada seorang dokter yang mungkin gagal dalam melakukan tindakan operasi, berita tersebut langsung tersebar luas. "Ih, dr X gagal melulu tuh, jangan ada yang ke sana deh." Seringkali, orang2 tidak berpikir kritis untuk menanyakan apa sebabnya dapat gagal. Padahal, di dunia ini tidak ada yang mutlak.
5. Orang bilang "Aduh, gw ga suka tuh berinteraksi maupun ngomong sama orang lain."
* Lebih baik Anda cepat bergegas meninggalkan FK pindah ke fakultas yang lebih banyak berhubungan dengan mesin atau benda. Tidaklah mungkin seorang dokter malas berbicara pada pasiennya.
6. "Udah liat mayat belum? Udah ngebelek mayat? Ga takut? Berani banget?" Pertanyaan tersebut hampir 99% terluncur dari orang yang pertama kali bertemu mahasiswa FK.
* Apakah melihat mayat merupakan sesuatu yang tabu? Pada dasarnya, setiap manusia akan melihat mayat baik mayat Ibu, Bapak, maupun keluarganya. Mengapa tidak pernah ada yang bertanya seperti ini "Apa yang telah dilakukan di fakultas Anda agar menghasilkan calon dokter yang berkualitas?"

Sedangkan, menurut anak-anak kedokteran, sekolah kedokteran itu...
1. Berusaha menjadi seorang pembohong, mengapa? Hampir setiap kali ditanya orang2, kita pasti akan menyarankan mereka hidup sehat, olahraga teratur, makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dll. Tetapi, apakah kita telah melakukannya? Setiap hari diselimuti oleh materi-materi yang segunung, tugas yang menumpuk, tidur larut malam karena deadline tugas, dll.
2. Berusaha menjadi dewa penyembuh, mengapa? Setiap orang yang berbincang-bincang dengan mahasiswa FK pasti bertanya-tanya tentang kesehatan dirinya. Ekstrimnya, mereka akan bertanya mengenai beberapa jenis obat. Apakah Anda tahu bahwa sebenarnya tubuh akan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Penyakit batuk, flu, dll sebenarnya akan sembuh dengan sendirinya. Obat hanya digunakan sebagai katalisator saja. Jadi, perlu ditegaskan bahwa mahasiswa FK maupun dokter hanyalah manusia biasa!
3. Bagaikan terjebak di dalam sarang laba-laba. Sekali sudah diterima, akan terus berkutat di dalamnya, bahkan terus belajar sepanjang hayat. Tidak ada profesi lain yang bekerja seumur hidup, bukan?
4. Bagaikan dijeburkan ke dalam sarang penyakit, mengapa? Karena mau tidak mau, seorang calon dokter akan terus berhubungan dengan orang sakit. Kalau tidak hati-hati, penyakit tidak segan-segan menerkam calon dokter.
5. Serba salah, mengapa? Kalau kita diam, maka terus dipancing bicara. Ketika kita mulai bicara, akan ditanyakan referensinya dari mana, apakah sahih atau tidak.
6. Bagaikan seorang pastor, mengapa? Karena seringkali calon dokter harus berjaga malam. Selain itu, ketika terjadi kecelakaan, pasti hati nurani kita tergugah untuk menolong. Hampir 100% pasien yang kita bantu atau periksa tidaklah kita kenal terlebih dahulu. Pastor pun seperti itu. Tidak mengenal tempat, waktu maupun pilih-pilih orang.

Berikut yang dapat dijadikan bahan renungan bagi kita semua:
Menjadi mahasiwa FK nomor 1 di fakultas itu tidaklah cukup karena jarang sekali pasien akan bertanya "Dok, IP-nya berapa yah?" Hal yang lebih penting bagi diri pasien adalah apakah pasien tersebut dapat sembuh atau tidak. Selain itu, marilah kita semua mulai berpikir kritis mengapa orang-orang Indonesia lebih memilih untuk berobat ke negeri tetangga? Apakah Indonesia kekurangan spesialis? Tentunya tidak, sebagai buktinya Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) 2003-2006, Prof. Dr. A. Aziz Rani, SpPD-KGEH mengatakan bahwa terdapat sekitar 2000 spesialis penyakit dalam di Indonesia. Tentu saja jumlah ini jauh mengungguli kuantitas tenaga spesialis di negeri seberang. Namun, apakah kualitas berbanding lurus dengan kuantitas? Kadangkala, kontra menghiasi perdebatan ini. Seringkali, pasien di Indonesia mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan di dalam negeri. Berarti kualitas spesialis tidaklah kalah dengan di luar negeri. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif dan rasa empati perlu ditanamkan di relung hati calon dokter muda. Otak yang encer tidaklah cukup. Hafal 1 Robbins akan menjadi sia-sia. Hal yang lebih dibutuhkan oleh seorang pasien adalah menganggap pasien sebagai kerabatnya sendiri bahkan dirinya sendiri. Hal ini membuat dokter-dokter di Indonesia dapat melakukan tugasnya secara profesional.

Jadilah, seorang calon dokter yang memiliki jiwa 7 Stars Doctor.
1. Care Provider
2. Decision Maker
3. Communicator
4. Community Leader
5. Manager
6. Researcher
7. Iman dan Takwa
Dengan memiliki jiwa 7 Stars Doctor dibarengi jiwa memiliki, maka Anda akan menjadi calon dokter yang profesional dan berkualitas di tanah air tercinta.

*Renungan ini tidak bermaksud untuk memojokkan pihak manapun.

Wonderful Pangandaran

Publicado  

Pangandaran(P)? Terbesit sebuah memori jijik, kotor, sempit, jauh dibandingkan dengan surganya Indonesia, pulau dewata. Namun, jangan salah P kali ini berbeda dengan P lainnya. Maksud gw, liburan ke P kali ini sangatlah berbeda. Mungkin, bagi sebagian orang cerita ini tidaklah urgen sehingga hak pembaca untuk melewatkan secarik untaian kata dalam pengalaman menarik gw.

Next, untuk pembaca yang tidak tahan akan perbedaan liburan kali ini. Gw siap mengupas tuntas semuanya dalam cerita ini.
Sebenarnya, liburan ke P kali ini telah dirancang jauh-jauh hari sebelum gw meluruskan niat untuk bergabung. Mengapa? Karena gw akan berwisata dengan orang yang notabene tidak pasti dan tidak ada rencana. Anehnya, ketika beberapa orang setuju, teman gw, K langsung menghajar untuk booking hotel. Oh no..... Bagaimana kalau sampai gagal? Lembaran uang berwarna merah akan turut tersapu oleh derasnya ombak P.

Gw memantapkan hati untuk ikut dalam rencana "di saat tidak ada kata lain selain ASIK". Awalnya, hanya gw, T, M, K dan O yang memantapkan hati untuk menyongsong rencana ini. Kemudian, karena kita ketakutan mendapatkan harga hotel yang melambung tinggi, kita pun sepakat mengajak teman yang berinisial R. Siapakah dia? Jujur saja, gw ga pernah tau bahkan melihat batang hidungnya pun tidak berani, maksud gw, pernah. But, it's ok because he can make our cost become lower.
Kemudian, kita juga mengajak teman Taiwan lain. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak. Selain itu, M mengacaukan rencana yang super ASIK ini karena keinginannya untuk merambah negeri Tiongkok bersama keluarganya. Walaupun diliputi dengan perasaan sedikit dongkol, akhirnya K dapat memaklumi kehidupan tanpa rencana dari M.

Tanggal 11-13 Juli 2010 ditetapkan sebagai hari ASIK untuk berlibur ke P. Sampai titik darah penghabisan, kami semua berusaha mengajak2 orang agar....Tau sendiri kan???hahaha:)
Setelah melalui proses yang panjang dan meletihkan, akhirnya peserta ASIK bareng menjadi 9 orang yaitu gw, T, H, R, O, M, K, F, B. Banyak bukan? Ternyata, hubungan kita semua tidaklah sedekat mata memandang. Janji ngumpul jam 6.30, masih saja berangkat pukul 7.30 karena satu dan lain hal. Perut yang berbunyi membuat kita harus menunda liburan menuju dunia ASIK. Dari pertama kali naik mobil travel, sebuah memori mulai terlukis dengan indah. R masih tersipu malu2 karena belum mengenal yang lain kecuali M. Selain itu, B masih terkesan "anak ingusan" karena dia adalah adik kelas kita (becanda dink). Akan tetapi, kita semua berusaha untuk mulai mengenal lebih dalam. Tentu saja, duet pasangan T dan M membuat mobil travel menjadi lebih berisik mengalahkan kebisingan mesin. T dan M yang tidak pernah lelah mengicaukan suara "emas". Akhirnya, setelah makan siang, mendaki gunung, lewati lembah, P tercinta di depan mata.

Sesampainya di P, langsung saja aksi doger monyet dimainkan oleh T. Aksi ini diluncurkan saat akan melakukan check in hotel. Selepas menaruh barang bawaan, kami langsung menyerbu pantaiii... Salah satu teman kami, R, masih jaim sehingga dia tidak mau menceburkan diri ke pantai yang kotor tapi ASIK. Akhirnya, R hanya menggenggam kamera SLR-nya dan ckrek2 memfoto kita semua. ASIK bukan? Bermain dengan mengabadikan setiap momen. Hari itu juga, kami semua berusaha membangun sebuah kubur untuk menimbun M dengan pasir. M pun tidak berdaya melawan kami semua. Hahaha. Selepas bermain pantai, kami semua bergegas menuju Pasar Ikan. Walaupun diiringi dengan rintikan hujan, semangat grup ASIK untuk melancarkan aksinya tidak berhenti. Ternyata, baik cewe maupun cowo semuanya makan sangat banyak bagaikan kuli habis bekerja. Es krim yang enak menjadi santapan akhir kita semua. Hari ini ditutup dengan pertandingan final piala dunia yang dilangsungkan subuh. Sayangnya, salah satu teman kami yang ngebet banget nonton piala dunia tertidur dan gw sungkan membangunkannya. Maaf...

Hari kedua dibuka dengan terbitnya matahari yang menyilaukan kamar kami. Selain itu, suara M yang menjijikkan membuat kami terjaga dari tidur semalam. Setelah selesai mandi, kami memutuskan untuk pergi ke Pasir Putih. Sebelumnya, salah satu teman kami, T ingin merasakan "terbang" dengan membeli Mush*. Pasir Putih dijalani dengan tawar menawar alot antara F dengan penyewa perahu. Ternyata, potensi F yang terpendam adalah SUPER JAGO NAWAR. hahaha. Sayangnya, cuaca tidak bersahabat. Sesampainya di Pasir Putih, mendung menghiasi awan putih sehingga membuat kami ingin cepat2 beranjak. Merasa tertipu dengan penyewaan kapal yang mahal, F masih terus menggerutu seperti kehilangan tambang emas. Peace....

Banci foto semua!!!
Tidak terasa, matahari yang tertutup awan telah berada di atas kepala. Kami semua memutuskan makan siang di Rasa Sayange. Kemudian, bersepeda menjadi tujuan kami selanjutnya. Sambil menyelam minum air. Sambil bersepeda, kita meminum kelapa, mengambil gambar yang super ASIK, dan membeli celana NORAK kembaran. Setelah bersepeda, T memaksa untuk mencoba banana pancake yang super enak. Hal ini membuat waktu bermain di pantai menjadi semakin tipis. Kali ini, tidak ada satupun yang membawa SLR karena R sudah berani bermain pantai. Kali ini, kuburan pun kami siapkan bersama. Bagai senjata makan tuan, kuburan ini malah menjerumuskanku. Sayangnya, tidak ada kamera berarti tidak ada memori. huhuhuhu.
Selesai bermain pantai, perut pun berteriak ingin diisi. Untuk mengganjalnya, kami semua mengunjungi Mie Acip yang terletak bersebelahan dengan hotel kami. Setelah itu, gw dan T mengambil Mush* yang telah diubah menjadi Om* DEMI KEPUASAN T. Makan malam kali ini lebih eksklusif, mengapa? Karena kali ini, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga menuju Pasar Ikan. Kita telah memanggil pembakar ikan untuk datang ke hotel. Walaupun dengan harga yang sedikit miring ke atas, tetapi kepuasan bercengkerama tercapai. Hari ini mulai terlihat bahwa satu dengan yang lainnya mulai akrab. Buktinya, ketika session foto2, tidak ada satupun yang jaim. Kemudian, DEMI KEPUASAN T, kita semua mencoba Om* yang telah dibeli. Ternyata, Om* ini membuat gw ga bisa tidur. Dan konyolnya, T terus tertawa sampai pukul 4 dini hari ditemani M. Ckckckckckckckckckc.
      

Keesokan harinya, tidak terasa sudah waktunya mengakhiri liburan ASIK ini. Pagi-pagi diisi dengan main pantai sampai puas dan terbakar. Siang2 diisi dengan gempuran cumi "Melissa" dan ikan pari "Marlin" di Pasar Ikan. Sore2 diisi dengan tidur terlelap di mobil travel menuju kota kembang.

Sekianlah liburan yang sebentar, tidak dekat satu sama lain, tetapi begitu mengASIKkan.
Ternyata, apabila kita memikirkan segala sesuatu dengan positif, maka hasilnya akan positif. Sebaliknya, ketika kita pesimis dengan suatu keadaan, maka hasilnya menjadi NOL.
Kembaran Celana Norak

Menerjang Seminar Jurnalistik Nasional 40 Tahun MA

Publicado  Rabu, 28 Juli 2010

Bangun pagi-pagi setelah semalam pesta pemberkatan rumah temanku, M.
Pukul 5.40 aku sudah bangun, padahal semalam baru memejamkan mata pukul 3.00. Wow!!!! Rasa lelah dan kantuk tidak dapat kutepiskan.
Tetapi, aku paksakan bangun karena batang hidungku harus berada di kampus pukul 07.00.
Ternyata Karawaci begitu
JAUH dengan Salemba..
Aku baru sampai di kos pukul 07.15. OMG!!!!
15 menit terlambat...
Aku mandi secepat kilat mepersiapkan diri untuk datang ke
Seminar Jurnalistik Nasional 40 Tahun MA.

Sesampainya di Public Wing yang super nyaman dan dingin, aku melongok ke dalam, mengapa belum ada pembicara yang menyampaikan materi? Padahal, waktu telah menunjukkan pukul 07.45. Hufffff....
Aku kembali tenang.. Ternyata, belum terlambat.

Seminar ini dimulai dengan
diskusi mengenai masalah kesehatan. Sayangnya, masalah ini kurang menggigit. Peserta yang pas2an menjadi salah satu penyebabnya.
Kemudian, seminar terus berjalan mulai dari membahas
EYD, tulisan feature, sampai typography dan good layout yang membuatku terbuai di dalam dunia mimpi..wkwkwkwkw
Untungnya saja, seminar hari ini ditutup oleh penampilan Mrs Ligwina Hananto yang begitu memukau. Materi yang dibawakannya pun amatlah menarik yaitu
LANGKAH TEPAT SETELAH LULUS.
Layaknya seorang presenter kondang, Ligwina mampu menyihir satu ruangan menjadi terpana melihat dirinya. Materinya pun mudah dicerna oleh mahasiswa2 yang notabene belum banyak memakan asam garam kehidupan.
Akhirnya, waktu telah menunjukkan pukul 16.30. Artinya, seminar hari pertama selesai. HORE!!!

Akan tetapi, hari Jumat, 23 Juli 2010 tidak begitu mudah dilewatkan. Mengapa? Tepat setelah seminar ini selesai, diriku langsung diajak jalan oleh teman2ku dari Bandung. Aku tak kuasa untuk menolaknya. Kehidupan hedon di GI yang begitu asik ini diakhiri pukul 21.30 karena aku harus pulang ke kosan naik taksi. Teman-temanku yang lain harus pulang ke kampung halaman, Bandung.

Keesokan harinya, Sabtu, 24 Juli 2010, aku bangun pukul 07.00. Kemudian, bersiap2 menyongsong hari kedua seminar jurnalistik. Di hari kedua ini, materi2 yang disampaikan tergolong menarik.
Teknik wawancara merupakan salah satu hal yang menarik. Seminar ini ditutup oleh rekayasa foto jurnalistik yang dibawakan oleh wartawan senior Kompas, Arbein Rambey. Dia terlihat begitu ahli dalam merekayasa foto.
Seminar hari kedua begitu menarik untuk dilewatkan. Selepas seminar, ternyata perjalanan hari Sabtu belumlah usai.
Gladi resik untuk mempersiapkan
hari temu alumni MA dimulai. Aku baru bisa beranjak dari Public Wing pukul 20.45. Sabtu yang begitu lelah.

Ternyata, sebuah intan perlu digosok agar tetap mengkilat. Aku menjadi lebih mengerti mengenai bidang jurnalistik setelah menerjang 2 hari yang begitu melelahkan.
Thanks untuk kakak panitia seminar yang begitu hebat dalam memilih para narasumber dan tentunya narasumber yang begitu berpengalaman.

Semangat terus
PPAB MA 2010 TANGGUH!

!FOREVER YOUNG MA!

HIV/AIDS: Perjuangan Melawan Bom Waktu

Publicado  Rabu, 21 Juli 2010

Masalah HIV/AIDS merupakan masalah yang memerlukan perhatian serius, mengapa? Jumlah penderita HIV/AIDS bertambah terus setiap tahun. Berdasarkan laporan dari Depkes RI bulan Maret 2010, terdapat sedikitnya 20.564 penderita baru dan 3.936 diantaranya meninggal dunia. Sungguh mengerikan bukan? Bagaimana transmisi HIV? Bagaimana perjalanan penyakit ini? Terapi apakah yang tepat bagi penderita saat ini?


HIV merupakan virus yang berasal dari kelompok retrovirus. Virus ini menyerang sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia yaitu sel T CD4+ dan makrofag. Selain itu, virus HIV akan mengganggu kerja dari sel tersebut yang akhirnya mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh. Apakah akibat dari sistem kekebalan yang defisien? Akibatnya yaitu orang tersebut menjadi mudah terjangkiti oleh berbagai ragam infeksi oportunistik. Infeksi inilah yang menyebabkan kematian bagi penderita HIV. Apabila tidak diobati, penderita HIV akan berujung pada AIDS. Jumlah virus HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai macam infeksi oportunistik merupakan indikator bahwa HIV telah berkembang menjadi AIDS.


Seringkali, para penderita HIV dikucilkan dari lingkungannya dengan alasan takut menulari orang-orang sehat. Mereka dianggap sebagai orang “kelas kedua”. Paradigma seperti ini perlu diubah oleh para calon dokter dan dokter di Indonesia. Seperti yang telah diketahui, transmisi virus HIV dapat terjadi melalui 2 cara yaitu secara seksual dan non-seksual. Berdasarkan penelitian, orang yang menderita HIV disertai penyakit kelamin memiliki resiko yang lebih besar untuk menulari HIV kepada orang lain. Akan tetapi, kebanyakan orang tertular HIV dari orang-orang yang selama ini dianggap “sehat” fisiknya. Komisi Penanggulangan AIDS mengatakan bahwa transmisi seksual menempati posisi tertinggi sebagai penyebab penularan HIV yaitu sekitar 60%. Sementara itu, 30% penderita tertular HIV melalui transmisi non-seksual yaitu penggunaan jarum suntik bersama. Sisanya tertular melalui transfusi darah dan transplasental.


Secara umum, perjalanan penderita HIV menuju AIDS melalui 4 fase. Fase pertama dikenal dengan sindrom akut retroviral di mana virion HIV dari orang yang terinfeksi berfusi ke dalam sel orang lain. Fusi yang diperantarai oleh reseptor gp41 atau gp120 ini menyerang sel T CD4+ dan monosit dalam darah. Hal ini menimbulkan respon imun dalam tubuh selama 12 minggu pertama untuk mengurangi produksi virus. Sayangnya, pada fase ini, penderita tidak mengalami gejala apa-apa. Kemudian, virus HIV melakukan replikasi di kelenjar getah bening dan limpa. Namun, manifestasi klinik masih belum muncul. Fase ini dikenal dengan masa laten klinis. Fase ini dapat berlangsung mulai dari 6 bulan sampai dengan 10 tahun. Setelah itu, pada fase kronis progresif, pasien menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik. Pada fase ini kekebalan tubuh diibaratkan sebagai senjata makan tuan. TNF yang diproduksi oleh sistem imun memicu produksi virus HIV. Fase terakhir merupakan fase akhir dan letal. Penderita AIDS memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita neoplasma, infeksi oportunistik, gagal ginjal, dan degenerasi susunan saraf pusat.


Sayangnya, sampai saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS. Namun, obat-obatan antiretroviral dapat meperlambat kerusakan yang diakibatkan oleh HIV dan menunda terjadinya AIDS, mengapa? Obat antiretroviral bekerja memperlambat proses reverse transcriptase, mengacaukan replikasi HIV, maupun menghambat pemecahan protein virus. Biasanya, obat antiretroviral ini diberikan secara kombinasi untuk menghindari resistensi virus. Selain pengobatan, penderita biasanya memerlukan konseling khusus karena penderita HIV seringkali dianggap sebagai sampah masyarakat. Depresi dan stres dapat memicu tingkat keparahan penyakit ini. Oleh karena itu, pencegahan jauh lebih baik dari pengobatan, bukan?

Penderita Sindrom Klinefelter, Wanita atau Laki-laki?

Publicado  

Belum lama ini, tepatnya sekitar bulan Mei 2010, terdapat kasus yang kontroversial di bidang medis. Kasus tersebut adalah kasus Alterina Hofan, seorang kelahiran Papua yang mengalami sindrom Klinefelter. Mengapa kasus ini menjadi begitu gempar padahal penderita sindrom Klinefelter di Indonesia bagaikan fenomena gunung es? Berdasarkan penuturan dr. Boyke Dian Nugraha, rasio penderita sindrom Klinefelter di dunia adalah 1:800.000. Sedangkan, di Indonesia rasio tersebut meningkat pesat hingga 1:100.000. Jadi, di Indonesia terdapat sedikitnya 2.000 orang penderita sindrom Klinefelter dengan asumsi penduduk 200 juta jiwa. Kondisi seperti ini diperparah oleh tingkat polusi udara yang tinggi, kebakaran hutan, asap rokok, dan lainnya.


Sindrom Klinefelter merupakan kelainan genetik pada laki-laki yang diakibatkan oleh penambahan kromosom X. Laki-laki normal akan memiliki kromosom XY. Sementara itu, pada penderita sindrom Klinefelter, kromosomnya menjadi XXY. Gejala sindrom Klinefelter bergantung pada banyaknya sel XXY yang dimiliki oleh penderita, banyaknya hormon testosteron, serta umur penderita ketika didiagnosis. Biasanya, kelainan kromosom pada sindrom ini akan memengaruhi beberapa perkembangan seperti fisik, bahasa, dan sosial. Kelainan fisik secara nyata terlihat dari adanya payudara dan testis yang bersifat aspermatogenesis. Sedangkan, keterlambatan perkembangan bicara dan sulitnya memproses informasi visual maupun auditori menjadi masalah bagi penderita. Perbedaan fisik membuat penderita menjadi rendah diri dan bersifat menutup diri.


Pada kasus di atas, Alterina dituntut dengan tuduhan memalsukan identitas. Padahal, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian forensik, dirinya ditetapkan sebagai laki-laki dengan kelebihan kromosom X. Sementara itu, pemeriksaan DNA menunjukkan bahwa Alterina adalah seorang wanita. Tentu saja, kedua hal ini bertentangan satu sama lain. Apakah seseorang dikatakan sebagai seorang wanita apabila memiliki barr body pada kromosom X? Apakah seseorang akan dikatakan laki-laki apabila memiliki kromosom Y? Dengan demikian, kasus Alterina tergolong yang mana?


Setiap orang memilih untuk tidak dilahirkan daripada memiliki identitas kelamin yang tidak jelas. Namun, segala sesuatu dikehendaki oleh Sang Pencipta, semuanya akan terjadi. Sebenarnya, kasus Alterina ini bukanlah sebuah tuduhan penipuan jenis kelamin. Hal ini disebabkan oleh istri Alterina, Jane, mengetahui bahwa suaminya menderita sindrom Klinefelter. Lagipula, Jane dapat menerima Alterina apa adanya. Selain itu, Hak Asasi Manusia (HAM) membebaskan setiap orang untuk menentukan hidupnya sendiri. Operasi pengangkatan payudara Alterina juga merupakan hak yang tidak dapat ditentang oleh siapapun.


Dengan latar belakang keluarga terpandang, keluarga Jane akan malu dengan kondisi pernikahan Jane. Pernikahan dengan penderita sindrom Klinefelter merupakan aib bagi keluarganya. Selain itu, pernikahan tersebut tidak akan memberikan keturunan, mengapa? Hal ini disebabkan oleh penderita sindrom Klinefelter memiliki sperma yang steril. Di lain sisi, keluarga Jane menganut kepercayaan bahwa pernikahan sesama jenis itu dosa. Oleh karena itu, keluarga Jane menolak keras hubungan mereka.


Sebenarnya, orang yang terpukul atas mencuatnya kasus ini adalah Jane. Aib keluarganya terbongkar ke masyarakat umum. Walaupun dirinya dapat menerima Alterina apa adanya, belum tentu teman-temannya dapat menerima kondisi seperti demikian. Bisa jadi, Jane akan dijauhi oleh mereka. Selain itu, pemberitaan yang begitu heboh memperlihatkan bahwa hubungan Jane dengan kedua orang tuanya tidak harmonis. Di satu sisi, Jane memihak pada Alter, namun dirinya tidak ingin menjadi anak durhaka.


Sementara itu, dapat dilihat sebenarnya orang yang sangat terpukul tentu saja Alterina. Mengapa demikian? Alterina akan sulit diterima di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang seringkali hanya melihat dari sisi kekurangan seseorang. Seperti contohnya ia akan lebih sulit mendapat pekerjaan dengan kelamin “abu-abu”. Selain itu, dirinya harus dapat menahan mental terhadap cemoohan dari orang-orang sekitarnya. Salah siapakah ini?


Sebagai calon dokter dan dokter di Indonesia, ada baiknya merenungkan kasus ini. Siapakah yang dapat disalahkan dalam kasus seperti ini? Apakah Alterina merupakan seorang wanita atau laki-laki tulen? Mengapa terdapat perbedaan pernyataan antara tes DNA dan hasil dari bagian forensik? Tes manakah yang diakui? Apakah penderita sindrom Klinefelter dianggap sebagai sampah di Indonesia sehingga tidak ada perlindungan hukum bagi mereka? Diantara masyarakat Indonesia, pastinya ada yang mendukung keluarga Jane dengan berbagai alasan. Namun, tidak sedikit orang menaruh simpati pada Alterina. Biarlah kasus kontroversial ini dijawab oleh hati nurani masing-masing pribadi.

Pasang Kateter Kandung Kemih, Siapa Takut?

Publicado  

Sebelum dan selama melakukan pembedahan, kandung kemih seseorang perlu dikosongkan dengan pemasangan kateter. Selain itu, kateter berguna untuk mengatasi distensi kandung kemih, mengumpulkan spesimen urin, dan mengukur residu urin. Keterampilan klinik dasar seorang dokter adalah pemasangan kateter kandung kemih. Apa yang perlu diperhatikan dokter saat pemasangan kateter? Bagaimana prosedur kateterisasi kandung kemih yang benar?


Berhubungan dengan sesuatu yang personal, dokter perlu menjelaskan tentang prosedur dan tujuan kateterisasi kandung kemih kepada sang pasien. Penjelasan diusahakan tidak menyinggung perasaan pasien. Setelah itu, pasien atau keluarganya harus menandatangani informed consent. Seringkali, beberapa langkah di atas disepelekan oleh seorang dokter. Padahal, informed consent sangatlah penting untuk menjaga hubungan baik antara dokter dengan pasien. Seorang dokter juga harus memahami tentang anatomi, fisiologi, serta sterilitas sebagai tindakan preventif akan infeksi nosokomial.


Hal yang pertama kali harus dilakukan dokter adalah menyiapkan pasien. Pasien laki-laki dianjurkan menempati posisi terlentang. Sedangkan, pasien perempuan dikondisikan dengan posisi litotomi. Setelah itu, pencahayaan diatur demi keberhasilan pemasangan kateter kandung kemih. Kemudian, gunakan handscoen dan pasang duk pada genital penderita. Langkah selanjutnya adalah mengambil dippers dengan pinset dan mencelupkan pada bethadine. Cara membersihkan genital pada pasien laki-laki adalah memulainya dari meatus, memutar sampai pangkal, dan mengulanginya sekali lagi. Sementara itu, pada wanita, desinfeksi dimulai dari klitoris, meatus sampai pada rektum.


Setelah desinfeksi selesai, masukkan sebagian besar xylocain jelly ke dalam uretra. Kemudian, lumuri kateter dengan jelly sepanjang 10 cm bagi pasien laki-laki dan 4 cm bagi pasien wanita. Selama pemasukan kateter, mintalah pasien untuk menarik nafas panjang. Cara pemasukan kateter pada pasien laki-laki adalah tangan kiri memegang penis dalam posisi tegak lurus tubuh pasien sambil membuka orificium urethra externa. Sementara itu, tangan kanan memasukkan kateter perlahan-lahan bersamaan dengan tarikan nafas panjang dari pasien. Sedangkan, pada pasien wanita, tangan kiri membuka labium minora dan tangan kanan melakukan hal sama seperti pada pasien laki-laki. Kateter dimasukkan sampai pangkalnya. Kemudian, taruh neirbecken di bawah pangkal kateter. Dokter dapat mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label kateter. Hal terakhir yang perlu dilakukan seorang dokter adalah memfiksasi kateter dengan plester pada abdomen laki-laki atau pangkal paha wanita. Jangan sampai menempatkan urobag pada posisi yang lebih tinggi dari kandung kemih. Dokter juga perlu melaporkan pelaksanaan dan status pasien. Itulah tips dan trik kateterisasi kandung kemih. Mudah, bukan?