Pasang Kateter Kandung Kemih, Siapa Takut?

Publicado  Rabu, 21 Juli 2010

Sebelum dan selama melakukan pembedahan, kandung kemih seseorang perlu dikosongkan dengan pemasangan kateter. Selain itu, kateter berguna untuk mengatasi distensi kandung kemih, mengumpulkan spesimen urin, dan mengukur residu urin. Keterampilan klinik dasar seorang dokter adalah pemasangan kateter kandung kemih. Apa yang perlu diperhatikan dokter saat pemasangan kateter? Bagaimana prosedur kateterisasi kandung kemih yang benar?


Berhubungan dengan sesuatu yang personal, dokter perlu menjelaskan tentang prosedur dan tujuan kateterisasi kandung kemih kepada sang pasien. Penjelasan diusahakan tidak menyinggung perasaan pasien. Setelah itu, pasien atau keluarganya harus menandatangani informed consent. Seringkali, beberapa langkah di atas disepelekan oleh seorang dokter. Padahal, informed consent sangatlah penting untuk menjaga hubungan baik antara dokter dengan pasien. Seorang dokter juga harus memahami tentang anatomi, fisiologi, serta sterilitas sebagai tindakan preventif akan infeksi nosokomial.


Hal yang pertama kali harus dilakukan dokter adalah menyiapkan pasien. Pasien laki-laki dianjurkan menempati posisi terlentang. Sedangkan, pasien perempuan dikondisikan dengan posisi litotomi. Setelah itu, pencahayaan diatur demi keberhasilan pemasangan kateter kandung kemih. Kemudian, gunakan handscoen dan pasang duk pada genital penderita. Langkah selanjutnya adalah mengambil dippers dengan pinset dan mencelupkan pada bethadine. Cara membersihkan genital pada pasien laki-laki adalah memulainya dari meatus, memutar sampai pangkal, dan mengulanginya sekali lagi. Sementara itu, pada wanita, desinfeksi dimulai dari klitoris, meatus sampai pada rektum.


Setelah desinfeksi selesai, masukkan sebagian besar xylocain jelly ke dalam uretra. Kemudian, lumuri kateter dengan jelly sepanjang 10 cm bagi pasien laki-laki dan 4 cm bagi pasien wanita. Selama pemasukan kateter, mintalah pasien untuk menarik nafas panjang. Cara pemasukan kateter pada pasien laki-laki adalah tangan kiri memegang penis dalam posisi tegak lurus tubuh pasien sambil membuka orificium urethra externa. Sementara itu, tangan kanan memasukkan kateter perlahan-lahan bersamaan dengan tarikan nafas panjang dari pasien. Sedangkan, pada pasien wanita, tangan kiri membuka labium minora dan tangan kanan melakukan hal sama seperti pada pasien laki-laki. Kateter dimasukkan sampai pangkalnya. Kemudian, taruh neirbecken di bawah pangkal kateter. Dokter dapat mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label kateter. Hal terakhir yang perlu dilakukan seorang dokter adalah memfiksasi kateter dengan plester pada abdomen laki-laki atau pangkal paha wanita. Jangan sampai menempatkan urobag pada posisi yang lebih tinggi dari kandung kemih. Dokter juga perlu melaporkan pelaksanaan dan status pasien. Itulah tips dan trik kateterisasi kandung kemih. Mudah, bukan?

0 komentar: