Superstar Doctor: Berusaha Untuk Menggapainya!

Publicado  Kamis, 29 Juli 2010

Menjadi seorang calon dokter bukanlah perjalanan yang begitu lurus dan mudah dilewati. Begitu banyak rintangan dan pengorbanan siap menghantam setiap calon mahasiswa FK.

Berikut ini saya ingin membagikan sedikit fakta-fakta seputar mahasiswa FK.
1.Orang bilang "Aduh gw pengen cepet kaya nih, masuk FK ajalah kan semuanya serba pasti."
* Kalau Anda berpikir seperti itu, cepatlah angkat koper Anda dari FK dan pindah ke fakultas lain yang lebih menjajikan dari segi finansial. Selain itu, godaan akan finansial terus menggoroti dokter-dokter muda. Jadi, berhati-hatilah apabila Anda masuk FK karena alasan ini.
2.Orang bilang "Wah, pinter yah bisa masuk FK."
* Apakah Anda sadar bahwa kini mahasiswa FK telah beragam mulai dari jurusan IPA (mayoritas), jurusan IPS/ Bahasa (minoritas), bahkan seorang yang harusnya belum dinyatakan lulus SMA pun dapat masuk FK. Luar biasa bukan?
3. "Aduh, sebenernya gw ga pengen nih masuk FK, tapi ortu gw maksa dan pas dites kebetulan gw berasil." Hal di atas seringkali terluncur dari mulut beberapa mahasiswa FK.
* Mungkin anak tersebut dapat lulus dari FK dengan hasil memuaskan. Akan tetapi, apakah calon dokter Indonesia merupakan calon-calon dokter yang terjebak di FK? Tentu saja sebagian orang menganggukkan kepalanya.
4. Seringkali, seorang anak dibawa ibunya ke arisan untuk dibangga-banggakan. "Nih, anak gw calon dokter lho."
* Mengapa calon dokter selalu dibangga-banggakan? Tidakah pernah berpikir jarang sekali Ibu membawa anaknya ke arisan dengan berkata "Nih, anak saya calon direktur keuangan perusahaan X atau calon insinyur." Akan tetapi, apabila ada seorang dokter yang mungkin gagal dalam melakukan tindakan operasi, berita tersebut langsung tersebar luas. "Ih, dr X gagal melulu tuh, jangan ada yang ke sana deh." Seringkali, orang2 tidak berpikir kritis untuk menanyakan apa sebabnya dapat gagal. Padahal, di dunia ini tidak ada yang mutlak.
5. Orang bilang "Aduh, gw ga suka tuh berinteraksi maupun ngomong sama orang lain."
* Lebih baik Anda cepat bergegas meninggalkan FK pindah ke fakultas yang lebih banyak berhubungan dengan mesin atau benda. Tidaklah mungkin seorang dokter malas berbicara pada pasiennya.
6. "Udah liat mayat belum? Udah ngebelek mayat? Ga takut? Berani banget?" Pertanyaan tersebut hampir 99% terluncur dari orang yang pertama kali bertemu mahasiswa FK.
* Apakah melihat mayat merupakan sesuatu yang tabu? Pada dasarnya, setiap manusia akan melihat mayat baik mayat Ibu, Bapak, maupun keluarganya. Mengapa tidak pernah ada yang bertanya seperti ini "Apa yang telah dilakukan di fakultas Anda agar menghasilkan calon dokter yang berkualitas?"

Sedangkan, menurut anak-anak kedokteran, sekolah kedokteran itu...
1. Berusaha menjadi seorang pembohong, mengapa? Hampir setiap kali ditanya orang2, kita pasti akan menyarankan mereka hidup sehat, olahraga teratur, makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dll. Tetapi, apakah kita telah melakukannya? Setiap hari diselimuti oleh materi-materi yang segunung, tugas yang menumpuk, tidur larut malam karena deadline tugas, dll.
2. Berusaha menjadi dewa penyembuh, mengapa? Setiap orang yang berbincang-bincang dengan mahasiswa FK pasti bertanya-tanya tentang kesehatan dirinya. Ekstrimnya, mereka akan bertanya mengenai beberapa jenis obat. Apakah Anda tahu bahwa sebenarnya tubuh akan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Penyakit batuk, flu, dll sebenarnya akan sembuh dengan sendirinya. Obat hanya digunakan sebagai katalisator saja. Jadi, perlu ditegaskan bahwa mahasiswa FK maupun dokter hanyalah manusia biasa!
3. Bagaikan terjebak di dalam sarang laba-laba. Sekali sudah diterima, akan terus berkutat di dalamnya, bahkan terus belajar sepanjang hayat. Tidak ada profesi lain yang bekerja seumur hidup, bukan?
4. Bagaikan dijeburkan ke dalam sarang penyakit, mengapa? Karena mau tidak mau, seorang calon dokter akan terus berhubungan dengan orang sakit. Kalau tidak hati-hati, penyakit tidak segan-segan menerkam calon dokter.
5. Serba salah, mengapa? Kalau kita diam, maka terus dipancing bicara. Ketika kita mulai bicara, akan ditanyakan referensinya dari mana, apakah sahih atau tidak.
6. Bagaikan seorang pastor, mengapa? Karena seringkali calon dokter harus berjaga malam. Selain itu, ketika terjadi kecelakaan, pasti hati nurani kita tergugah untuk menolong. Hampir 100% pasien yang kita bantu atau periksa tidaklah kita kenal terlebih dahulu. Pastor pun seperti itu. Tidak mengenal tempat, waktu maupun pilih-pilih orang.

Berikut yang dapat dijadikan bahan renungan bagi kita semua:
Menjadi mahasiwa FK nomor 1 di fakultas itu tidaklah cukup karena jarang sekali pasien akan bertanya "Dok, IP-nya berapa yah?" Hal yang lebih penting bagi diri pasien adalah apakah pasien tersebut dapat sembuh atau tidak. Selain itu, marilah kita semua mulai berpikir kritis mengapa orang-orang Indonesia lebih memilih untuk berobat ke negeri tetangga? Apakah Indonesia kekurangan spesialis? Tentunya tidak, sebagai buktinya Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) 2003-2006, Prof. Dr. A. Aziz Rani, SpPD-KGEH mengatakan bahwa terdapat sekitar 2000 spesialis penyakit dalam di Indonesia. Tentu saja jumlah ini jauh mengungguli kuantitas tenaga spesialis di negeri seberang. Namun, apakah kualitas berbanding lurus dengan kuantitas? Kadangkala, kontra menghiasi perdebatan ini. Seringkali, pasien di Indonesia mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan di dalam negeri. Berarti kualitas spesialis tidaklah kalah dengan di luar negeri. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif dan rasa empati perlu ditanamkan di relung hati calon dokter muda. Otak yang encer tidaklah cukup. Hafal 1 Robbins akan menjadi sia-sia. Hal yang lebih dibutuhkan oleh seorang pasien adalah menganggap pasien sebagai kerabatnya sendiri bahkan dirinya sendiri. Hal ini membuat dokter-dokter di Indonesia dapat melakukan tugasnya secara profesional.

Jadilah, seorang calon dokter yang memiliki jiwa 7 Stars Doctor.
1. Care Provider
2. Decision Maker
3. Communicator
4. Community Leader
5. Manager
6. Researcher
7. Iman dan Takwa
Dengan memiliki jiwa 7 Stars Doctor dibarengi jiwa memiliki, maka Anda akan menjadi calon dokter yang profesional dan berkualitas di tanah air tercinta.

*Renungan ini tidak bermaksud untuk memojokkan pihak manapun.

0 komentar: