Ceria Bersama Ciater

Publicado  Selasa, 10 Agustus 2010

Kembali lagi dengan bercerita! Cerita kali ini datangnya dari liburan terakhir bersama teman gw, sebut saja Ting2. Berhubung Ting2 akan kembali ke negeri asalnya untuk menjadi TKW dan menuntut ilmu, kami semua memutuskan untuk membuat memori indah bersamanya. Kita akan ke Ciater.

Hari sebelumnya yaitu Kamis, diumumkan untuk berkumpul di rumah Ting2 hari Jumat, 30 Juli 2010 pukul 14.00... Semua pun menyetujuinya.
Akan tetapi, negara Indonesia tidaklah luput dari jam karet. Disuruh kumpul jam 2 siang, orang terpagi saja datangnya jam 2.30 (sok tahu nih gw karena gw bukan datang pertama kali). Jamuan mushroom soup cukup membahagiakan kita semua. Selain itu, mushroom soup menandakan bahwa studi Ting2 di Negeri Jiran cukup bermanfaat. Alih-alih ingin mengetes kemampuan Ting2, sebenarnya kita semua memang menginginkan mushroom soup GRATIS. Hahaha. Sayangnya, mushroom soup tidak menyurutkan niat kita untuk pergi ke Ciater. Akan tetapi, salah seorang teman kita, sebut saja Oneng baru datang pukul 16.30. Luar biasa bukan? Untungnya, kita semua telah memahami kebiasaan "istimewa" teman kita satu ini.

Tanpa berbasa basi lagi, perjalanan pun dimulai. Perjalanan pertama menuju Waterleaf Greenforest. Apakah yang akan kita lakukan? Tentu saja FOTO. Walaupun foto yang dihasilkan cukup sedikit, foto ini cukup menghiasi koleksi foto di Facebook. Berbagai gaya pun diatur. Selain itu, tripod baru Oneng membuat kita mampu bergaya tanpa menyusahkan orang lain. Terima kasih Oneng! Karena dirasa jumlah foto belum sebanding dengan jauhnya jarak yang ditempuh, kita semua mampir ke Kampung Daun. Tentu saja, tidak membeli apa-apa kecuali pemandangan. Mungkin, kalau gw yang punya Kampung Daun, gw membuat tarif berfoto di lokasi. Sayangnya, sang empunya sungguh berbaik hati.

Kampung Daun di Senja
Kiri Bang!

Perjalanan panjang diterjang karena kita berjalan ke arah yang salah. TERSESAT. Untungnya, kita semua menyadari itu sebelum perjalanan tersesat kita terlalu jauh. Karena perut sudah berteriak kelaparan, kita akhirnya mengisi perut di Brebes. Luar biasa nikmat! Murah pula...

Seusai mengisi perut, perjalanan ke Ciater pun dimulai lagi. Akhirnya, kita semua sampai di sana. Karena salah satu teman kita, katakan saja Budi, membawa member, harga tiket masuk pun menjadi super terjangkau. Apa yang istimewa di Ciater? Tentu saja FOTO menghiasi waktu berendam kita di sana. Selain itu, kita mengenang kembali masa-masa SMA yang begitu menyenangkan. Kita juga membayangkan arisan yang diadakan diantara teman-teman main.
Ciater Tersenyum

Sepulang dari berendam, kami menyempatkan diri makan mie Tasik di Jalan Gardujati padahal waktu menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Makan di tengah malam. Setelah itu, barulah satu persatu pulang ke rumah masing-masing dan menyongsong hari esok.

Dari perjalanan ini, gw menyadari bahwa waktu terus berjalan. Usia terus bertambah. Kehidupan semakin berlika-liku. Akankah kita terus bercanda layaknya hari ini? Apakah persahabatan yang telah dirajut semenjak masa SMP akan terus berlanjut? Beberapa tahun ke depan, mungkin kita semua akan lulus kuliah, mulai meniti karier bahkan menerjang sebuah rumah tangga. Gw berharap persahabatan kita terus berjalan.
Best Friend Forever!

Am I Going Crazy?

Publicado  Rabu, 04 Agustus 2010

Hai teman-teman!
Untuk kalian yang lagi super sibuk, lebih baik tulisan ini dilewat karena hanya membuang waktu kalian. Untuk kalian yang sedang mempersiapkan exam, lebih baik belajar untuk exam daripada membaca untaian kata ini. Untuk kalian yang lebih ingin menambah pengetahuan, lebih baik baca tulisan saya di kolom Ilmiah. It will be more essensial for u. Nah, kalau kalian semua ternyata sedang mengisi waktu luang, barulah lanjutkan membaca tulisan ini.

Next...

Sebelumnya, lihat dulu cuplikan SMS saya(R) dengan salah seorang teman saya(X).
X: "R,add gw donk!" (add BB maksudnya)
R: "X, please dgn sangat hormat untuk bersabar. Gw pasti add lu yah. Malah dengan lu ga hubungan ma org2 Indo bikin lu bakal lebih betah di sono."
X: "Hah? Knp? Ko bs? Ko lu yakin bgt? Pasti lu udh melakukan penelitian ttg isu ini kan?"
R: "Yakin X. Kebenarannya 95%. Penelitian gw pake metode case control terhadap sampel 167 org teracak di seluruh dunia. Hasilnya 99% setuju dengan statement gw. PUAS?????"
X: "Wow. Trs knp bisa kaya gt ya? Wow wow wow. Di sini ada 12 murid UI Inter yang exchange ke ***."
R: "Itu berdasarkan riset. Alasannya adalah komunikasi membuat mereka terus menerus mengingat memori indah jadi ga betah deh. Eh, btw lu knal dunk ma anak UI Inter? Hehehe"
X:"Hmmmmm.. Bagus donk, dengan mengingat memori indah jadi manusia tuh bisa makin bersemangat menghadapi kenyataan yg sebenarnya. Misalnya nih kalo lg bete trs inget memori indah kan bs jadi seneng. Gimana sih risetnya???!!! Hahahahaha. Kenal sih, cm ga ada kelas yg sama soalnya mereka udh taun ketiga gitu. ***"
R:"Nanti coba gw riset kembali...Oh... ***. Da yang namanya Isaac bukan? Hehehe"
X: "****. IYA2!!! Ko lu tw sih!!! Isaac Newton itu kan? Kenal dr mana lu???"
R: "Tau dari buku Fisika kls 2 SMA ttg gaya bab 4. Karangan B*b Fost*r. ***"

Itulah secuil percakapan singkat melalui udara dengan teman saya. Setiap kali saya membaca ulang SMS ini, saya berpikir AM I GOING CRAZY? Siapakah yang salah dengan percakapan kami? Pengirim pertama atau pembalasnya? Apakah Anda sebagai pembaca menganggap SMS saya tidak normal? Maksudnya, tidak jelas, tidak penting, tidak bermutu, buang-buang pulsa saja? Biarlah semuanya Anda yang menentukan. Anda yang memilih, Anda yang menentukan.

Lika-Liku di Fakultas Kedokteran

Publicado  Senin, 02 Agustus 2010


Tanggal 4 April 2009, pukul 00.00 WIB merupakan salah satu hari bersejarah bagi hidupku. Why? Karena hari ini adalah hari pengumuman SIMAK UI yang notabene aku menginginkan masuk FKUI bagaikan punduk merindukan bulan. Rasa deg-degan bercampur ketakutan mengalahkan rasa kantukku dalam membuka Web Penerimaan. Bahkan, Pra-UAN keesokaan harinya terelakkan karena perasaan ini. 
Dan, hasilnya.....
SELAMAT ANDA DITERIMA DI UNIVERSITAS INDONESIA!

Rasa bangga menghiasi hatiku selama beberapa minggu setelahnya. Diterima di universitas nomer 1 gitu lho!

Awal Masuk.. Hidup Jakun!

Akhirnya, masa-masa memasuki jenjang universitas kian mendekat. Saat ini, rasa itu mulai sedikit berubah menjadi rasa takut. Takut apa? Takut tidak diterima oleh lingkungan sekitar, takut pelajaran semakin sulit, dan banyak lainnya.

Bulan-bulan pun berlalu. Aku menghabiskan banyak waktu untuk menggapai secercah cita-cita di universitas ini. PSAF, mabim, PDOKM, PMDO dan berbagai acara lainnya kulewati dengan mulus. Akan tetapi, seiring perjalanan waktu, rasa banggaku akan fakultas ini mulai memudar, mengapa?  Ternyata, di fakultas terbaik ini pula seringkali dijumpai hal-hal teknis yang seharusnya dapat dihindari. Misalnya saja dosen me-reschedule jadwal seenak perut mereka, dosen datang terlambat, bahkan aula tempat menuntut ilmu pernah digenangi air karena hujan. Luar biasa bukan?

Selain itu, gila popularitas, gila nilai, gila kekuasaan, gila idealisme, gila caper, gila games sampai gila beneran mewarnai pribadi yang ada di FKUI. Untuk yang terakhir belum kutemukan. Hahaha. Sikut menyikut terasa begitu kental. Ketika seseorang mengatakan bahwa belum belajar ketika H-1 ujian, itu semua adalah BOHONG! Menurutku, tidak ada orang cerdas di dunia kedokteran. Yang ada adalah SUPER RAJIN, RAJIN, CUKUP RAJIN, AGAK MALAS. Kata malas pun terlihat samar-samar di FKUI. Bahkan, gila keuntungan pribadi pun dapat dijumpai di fakultas ini. Mungkin, manusia di fakultas ini dapat bersaing dengan manusia fakultas Ekonomi dalam mencari keuntungan pribadi. Mendapatkan keuntungan belasan juta dalam sehari, hebat bukan? Insan beragam mewarnai hari perkuliahanku di FKUI.

Mabim AMSA

Seringkali, aku merasa kesal dengan orang-orang di sekitarku. Mulailah aku membanding-bandingkan mereka dengan teman SMA-ku. Tetapi, apakah hal ini mengubah sesuatu dari diri mereka? Tentu saja tidak. Terlebih, ini dapat membuatku jauh terjatuh dalam ruang STRES. Pelajaran yang begitu berat, tugas yang selalu menumpuk, ujian di depan mata seringkali membuatku stres. Apakah aku akan menghilang dari dunia ini? Of course NOT!!!!

Untungnya, di fakultas ini, aku memiliki cukup banyak idola yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Mereka menjadi pedoman sekaligus perisai hidupku. Insan yang begitu beragam membuka kelopak mataku untuk melihat sedikit ke dunia luar. Selain itu, mengahdapi mereka bagikan menaklukkan soal-soal ujian. Hal ini membuatku bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang. Akankah aku mengangkat sumpah 4 tahun ke depan? Akankah aku menjadi panutan di desa-desa terpelosok di Indonesia? Akankah aku melabuhkan hatiku di universitas ini? Tunggu saja, cerita selanjutnya.
Do It with DUIT!

Superstar Doctor: Berusaha Untuk Menggapainya!

Publicado  Kamis, 29 Juli 2010

Menjadi seorang calon dokter bukanlah perjalanan yang begitu lurus dan mudah dilewati. Begitu banyak rintangan dan pengorbanan siap menghantam setiap calon mahasiswa FK.

Berikut ini saya ingin membagikan sedikit fakta-fakta seputar mahasiswa FK.
1.Orang bilang "Aduh gw pengen cepet kaya nih, masuk FK ajalah kan semuanya serba pasti."
* Kalau Anda berpikir seperti itu, cepatlah angkat koper Anda dari FK dan pindah ke fakultas lain yang lebih menjajikan dari segi finansial. Selain itu, godaan akan finansial terus menggoroti dokter-dokter muda. Jadi, berhati-hatilah apabila Anda masuk FK karena alasan ini.
2.Orang bilang "Wah, pinter yah bisa masuk FK."
* Apakah Anda sadar bahwa kini mahasiswa FK telah beragam mulai dari jurusan IPA (mayoritas), jurusan IPS/ Bahasa (minoritas), bahkan seorang yang harusnya belum dinyatakan lulus SMA pun dapat masuk FK. Luar biasa bukan?
3. "Aduh, sebenernya gw ga pengen nih masuk FK, tapi ortu gw maksa dan pas dites kebetulan gw berasil." Hal di atas seringkali terluncur dari mulut beberapa mahasiswa FK.
* Mungkin anak tersebut dapat lulus dari FK dengan hasil memuaskan. Akan tetapi, apakah calon dokter Indonesia merupakan calon-calon dokter yang terjebak di FK? Tentu saja sebagian orang menganggukkan kepalanya.
4. Seringkali, seorang anak dibawa ibunya ke arisan untuk dibangga-banggakan. "Nih, anak gw calon dokter lho."
* Mengapa calon dokter selalu dibangga-banggakan? Tidakah pernah berpikir jarang sekali Ibu membawa anaknya ke arisan dengan berkata "Nih, anak saya calon direktur keuangan perusahaan X atau calon insinyur." Akan tetapi, apabila ada seorang dokter yang mungkin gagal dalam melakukan tindakan operasi, berita tersebut langsung tersebar luas. "Ih, dr X gagal melulu tuh, jangan ada yang ke sana deh." Seringkali, orang2 tidak berpikir kritis untuk menanyakan apa sebabnya dapat gagal. Padahal, di dunia ini tidak ada yang mutlak.
5. Orang bilang "Aduh, gw ga suka tuh berinteraksi maupun ngomong sama orang lain."
* Lebih baik Anda cepat bergegas meninggalkan FK pindah ke fakultas yang lebih banyak berhubungan dengan mesin atau benda. Tidaklah mungkin seorang dokter malas berbicara pada pasiennya.
6. "Udah liat mayat belum? Udah ngebelek mayat? Ga takut? Berani banget?" Pertanyaan tersebut hampir 99% terluncur dari orang yang pertama kali bertemu mahasiswa FK.
* Apakah melihat mayat merupakan sesuatu yang tabu? Pada dasarnya, setiap manusia akan melihat mayat baik mayat Ibu, Bapak, maupun keluarganya. Mengapa tidak pernah ada yang bertanya seperti ini "Apa yang telah dilakukan di fakultas Anda agar menghasilkan calon dokter yang berkualitas?"

Sedangkan, menurut anak-anak kedokteran, sekolah kedokteran itu...
1. Berusaha menjadi seorang pembohong, mengapa? Hampir setiap kali ditanya orang2, kita pasti akan menyarankan mereka hidup sehat, olahraga teratur, makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dll. Tetapi, apakah kita telah melakukannya? Setiap hari diselimuti oleh materi-materi yang segunung, tugas yang menumpuk, tidur larut malam karena deadline tugas, dll.
2. Berusaha menjadi dewa penyembuh, mengapa? Setiap orang yang berbincang-bincang dengan mahasiswa FK pasti bertanya-tanya tentang kesehatan dirinya. Ekstrimnya, mereka akan bertanya mengenai beberapa jenis obat. Apakah Anda tahu bahwa sebenarnya tubuh akan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Penyakit batuk, flu, dll sebenarnya akan sembuh dengan sendirinya. Obat hanya digunakan sebagai katalisator saja. Jadi, perlu ditegaskan bahwa mahasiswa FK maupun dokter hanyalah manusia biasa!
3. Bagaikan terjebak di dalam sarang laba-laba. Sekali sudah diterima, akan terus berkutat di dalamnya, bahkan terus belajar sepanjang hayat. Tidak ada profesi lain yang bekerja seumur hidup, bukan?
4. Bagaikan dijeburkan ke dalam sarang penyakit, mengapa? Karena mau tidak mau, seorang calon dokter akan terus berhubungan dengan orang sakit. Kalau tidak hati-hati, penyakit tidak segan-segan menerkam calon dokter.
5. Serba salah, mengapa? Kalau kita diam, maka terus dipancing bicara. Ketika kita mulai bicara, akan ditanyakan referensinya dari mana, apakah sahih atau tidak.
6. Bagaikan seorang pastor, mengapa? Karena seringkali calon dokter harus berjaga malam. Selain itu, ketika terjadi kecelakaan, pasti hati nurani kita tergugah untuk menolong. Hampir 100% pasien yang kita bantu atau periksa tidaklah kita kenal terlebih dahulu. Pastor pun seperti itu. Tidak mengenal tempat, waktu maupun pilih-pilih orang.

Berikut yang dapat dijadikan bahan renungan bagi kita semua:
Menjadi mahasiwa FK nomor 1 di fakultas itu tidaklah cukup karena jarang sekali pasien akan bertanya "Dok, IP-nya berapa yah?" Hal yang lebih penting bagi diri pasien adalah apakah pasien tersebut dapat sembuh atau tidak. Selain itu, marilah kita semua mulai berpikir kritis mengapa orang-orang Indonesia lebih memilih untuk berobat ke negeri tetangga? Apakah Indonesia kekurangan spesialis? Tentunya tidak, sebagai buktinya Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) 2003-2006, Prof. Dr. A. Aziz Rani, SpPD-KGEH mengatakan bahwa terdapat sekitar 2000 spesialis penyakit dalam di Indonesia. Tentu saja jumlah ini jauh mengungguli kuantitas tenaga spesialis di negeri seberang. Namun, apakah kualitas berbanding lurus dengan kuantitas? Kadangkala, kontra menghiasi perdebatan ini. Seringkali, pasien di Indonesia mengeluhkan buruknya kualitas pelayanan di dalam negeri. Berarti kualitas spesialis tidaklah kalah dengan di luar negeri. Oleh karena itu, komunikasi yang efektif dan rasa empati perlu ditanamkan di relung hati calon dokter muda. Otak yang encer tidaklah cukup. Hafal 1 Robbins akan menjadi sia-sia. Hal yang lebih dibutuhkan oleh seorang pasien adalah menganggap pasien sebagai kerabatnya sendiri bahkan dirinya sendiri. Hal ini membuat dokter-dokter di Indonesia dapat melakukan tugasnya secara profesional.

Jadilah, seorang calon dokter yang memiliki jiwa 7 Stars Doctor.
1. Care Provider
2. Decision Maker
3. Communicator
4. Community Leader
5. Manager
6. Researcher
7. Iman dan Takwa
Dengan memiliki jiwa 7 Stars Doctor dibarengi jiwa memiliki, maka Anda akan menjadi calon dokter yang profesional dan berkualitas di tanah air tercinta.

*Renungan ini tidak bermaksud untuk memojokkan pihak manapun.

Wonderful Pangandaran

Publicado  

Pangandaran(P)? Terbesit sebuah memori jijik, kotor, sempit, jauh dibandingkan dengan surganya Indonesia, pulau dewata. Namun, jangan salah P kali ini berbeda dengan P lainnya. Maksud gw, liburan ke P kali ini sangatlah berbeda. Mungkin, bagi sebagian orang cerita ini tidaklah urgen sehingga hak pembaca untuk melewatkan secarik untaian kata dalam pengalaman menarik gw.

Next, untuk pembaca yang tidak tahan akan perbedaan liburan kali ini. Gw siap mengupas tuntas semuanya dalam cerita ini.
Sebenarnya, liburan ke P kali ini telah dirancang jauh-jauh hari sebelum gw meluruskan niat untuk bergabung. Mengapa? Karena gw akan berwisata dengan orang yang notabene tidak pasti dan tidak ada rencana. Anehnya, ketika beberapa orang setuju, teman gw, K langsung menghajar untuk booking hotel. Oh no..... Bagaimana kalau sampai gagal? Lembaran uang berwarna merah akan turut tersapu oleh derasnya ombak P.

Gw memantapkan hati untuk ikut dalam rencana "di saat tidak ada kata lain selain ASIK". Awalnya, hanya gw, T, M, K dan O yang memantapkan hati untuk menyongsong rencana ini. Kemudian, karena kita ketakutan mendapatkan harga hotel yang melambung tinggi, kita pun sepakat mengajak teman yang berinisial R. Siapakah dia? Jujur saja, gw ga pernah tau bahkan melihat batang hidungnya pun tidak berani, maksud gw, pernah. But, it's ok because he can make our cost become lower.
Kemudian, kita juga mengajak teman Taiwan lain. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak. Selain itu, M mengacaukan rencana yang super ASIK ini karena keinginannya untuk merambah negeri Tiongkok bersama keluarganya. Walaupun diliputi dengan perasaan sedikit dongkol, akhirnya K dapat memaklumi kehidupan tanpa rencana dari M.

Tanggal 11-13 Juli 2010 ditetapkan sebagai hari ASIK untuk berlibur ke P. Sampai titik darah penghabisan, kami semua berusaha mengajak2 orang agar....Tau sendiri kan???hahaha:)
Setelah melalui proses yang panjang dan meletihkan, akhirnya peserta ASIK bareng menjadi 9 orang yaitu gw, T, H, R, O, M, K, F, B. Banyak bukan? Ternyata, hubungan kita semua tidaklah sedekat mata memandang. Janji ngumpul jam 6.30, masih saja berangkat pukul 7.30 karena satu dan lain hal. Perut yang berbunyi membuat kita harus menunda liburan menuju dunia ASIK. Dari pertama kali naik mobil travel, sebuah memori mulai terlukis dengan indah. R masih tersipu malu2 karena belum mengenal yang lain kecuali M. Selain itu, B masih terkesan "anak ingusan" karena dia adalah adik kelas kita (becanda dink). Akan tetapi, kita semua berusaha untuk mulai mengenal lebih dalam. Tentu saja, duet pasangan T dan M membuat mobil travel menjadi lebih berisik mengalahkan kebisingan mesin. T dan M yang tidak pernah lelah mengicaukan suara "emas". Akhirnya, setelah makan siang, mendaki gunung, lewati lembah, P tercinta di depan mata.

Sesampainya di P, langsung saja aksi doger monyet dimainkan oleh T. Aksi ini diluncurkan saat akan melakukan check in hotel. Selepas menaruh barang bawaan, kami langsung menyerbu pantaiii... Salah satu teman kami, R, masih jaim sehingga dia tidak mau menceburkan diri ke pantai yang kotor tapi ASIK. Akhirnya, R hanya menggenggam kamera SLR-nya dan ckrek2 memfoto kita semua. ASIK bukan? Bermain dengan mengabadikan setiap momen. Hari itu juga, kami semua berusaha membangun sebuah kubur untuk menimbun M dengan pasir. M pun tidak berdaya melawan kami semua. Hahaha. Selepas bermain pantai, kami semua bergegas menuju Pasar Ikan. Walaupun diiringi dengan rintikan hujan, semangat grup ASIK untuk melancarkan aksinya tidak berhenti. Ternyata, baik cewe maupun cowo semuanya makan sangat banyak bagaikan kuli habis bekerja. Es krim yang enak menjadi santapan akhir kita semua. Hari ini ditutup dengan pertandingan final piala dunia yang dilangsungkan subuh. Sayangnya, salah satu teman kami yang ngebet banget nonton piala dunia tertidur dan gw sungkan membangunkannya. Maaf...

Hari kedua dibuka dengan terbitnya matahari yang menyilaukan kamar kami. Selain itu, suara M yang menjijikkan membuat kami terjaga dari tidur semalam. Setelah selesai mandi, kami memutuskan untuk pergi ke Pasir Putih. Sebelumnya, salah satu teman kami, T ingin merasakan "terbang" dengan membeli Mush*. Pasir Putih dijalani dengan tawar menawar alot antara F dengan penyewa perahu. Ternyata, potensi F yang terpendam adalah SUPER JAGO NAWAR. hahaha. Sayangnya, cuaca tidak bersahabat. Sesampainya di Pasir Putih, mendung menghiasi awan putih sehingga membuat kami ingin cepat2 beranjak. Merasa tertipu dengan penyewaan kapal yang mahal, F masih terus menggerutu seperti kehilangan tambang emas. Peace....

Banci foto semua!!!
Tidak terasa, matahari yang tertutup awan telah berada di atas kepala. Kami semua memutuskan makan siang di Rasa Sayange. Kemudian, bersepeda menjadi tujuan kami selanjutnya. Sambil menyelam minum air. Sambil bersepeda, kita meminum kelapa, mengambil gambar yang super ASIK, dan membeli celana NORAK kembaran. Setelah bersepeda, T memaksa untuk mencoba banana pancake yang super enak. Hal ini membuat waktu bermain di pantai menjadi semakin tipis. Kali ini, tidak ada satupun yang membawa SLR karena R sudah berani bermain pantai. Kali ini, kuburan pun kami siapkan bersama. Bagai senjata makan tuan, kuburan ini malah menjerumuskanku. Sayangnya, tidak ada kamera berarti tidak ada memori. huhuhuhu.
Selesai bermain pantai, perut pun berteriak ingin diisi. Untuk mengganjalnya, kami semua mengunjungi Mie Acip yang terletak bersebelahan dengan hotel kami. Setelah itu, gw dan T mengambil Mush* yang telah diubah menjadi Om* DEMI KEPUASAN T. Makan malam kali ini lebih eksklusif, mengapa? Karena kali ini, kita tidak perlu mengeluarkan tenaga menuju Pasar Ikan. Kita telah memanggil pembakar ikan untuk datang ke hotel. Walaupun dengan harga yang sedikit miring ke atas, tetapi kepuasan bercengkerama tercapai. Hari ini mulai terlihat bahwa satu dengan yang lainnya mulai akrab. Buktinya, ketika session foto2, tidak ada satupun yang jaim. Kemudian, DEMI KEPUASAN T, kita semua mencoba Om* yang telah dibeli. Ternyata, Om* ini membuat gw ga bisa tidur. Dan konyolnya, T terus tertawa sampai pukul 4 dini hari ditemani M. Ckckckckckckckckckc.
      

Keesokan harinya, tidak terasa sudah waktunya mengakhiri liburan ASIK ini. Pagi-pagi diisi dengan main pantai sampai puas dan terbakar. Siang2 diisi dengan gempuran cumi "Melissa" dan ikan pari "Marlin" di Pasar Ikan. Sore2 diisi dengan tidur terlelap di mobil travel menuju kota kembang.

Sekianlah liburan yang sebentar, tidak dekat satu sama lain, tetapi begitu mengASIKkan.
Ternyata, apabila kita memikirkan segala sesuatu dengan positif, maka hasilnya akan positif. Sebaliknya, ketika kita pesimis dengan suatu keadaan, maka hasilnya menjadi NOL.
Kembaran Celana Norak